Selasa, 06 November 2012

TOTAL kompetensi

Bulan Dzulhijah sebagai bulan terakhir dalam kalender Hijriyyah atau kalender Islam. Sebagai bulan penuntup dari sebelas bulan lainnya, mempunyai makna yang luar biasa. Bulan yang penuh dengan TOTAL KOMPETENSI... !!!!!!! !
Pada bulan ini dilaksakannya rukun islam yang ke 5, yaitu menunaikan Ibadah Haji. Haji di wajibkan bagi yang mampu secara materi dan ilmu. Ibadah haji sebagai wujud rasa syukur kepada Allah atas nikmat yang telah di berikan.
Orang yang melaksakan haji tentu harus mengorbankan hartanya dan kekuatan fisiknya untuk menyelesaiakan tertib rukunnya. Ini hanya akan dilakukan oleh orang-orang yang luar biasa kompetensinya.  Yaitu mereka yang telah dapat merencanakan (meniatkan) untuk berhaji. Ingat.... antrian di Indonesia sudah 10 tahun masa tunggunya. Sampai dapat menyempurnakan kesemua rukunya.
Bagi umat islam yang tidak berhaji pada saat itu, disunahkan untuk melaksakan puasa ARAFAH, yaitu pada saat saudara-saudara muslim kita menunaikan wukuf di Arafah. Sehingga namanya puasa arafah, bukan puasa haji. Rosulullah telah menyampaikan, bahwa ALLAH telah menjanjikan, barang siapa berpuasa arafah akan di hapuskan dosanya selama dua tahun, yaitu setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Nah.. ini cocok yang banyak dosanya ..he..he
Bagi orang yang mengaku islam dan beriman, dan dapat selalu berkurban disetiap tahunnya dapat kita katakan juga total kompeten. Bagaimana tidak, seharusnya disebelas bulan yang lain sudah ada perencanaannya! TAPI ingat, hanya sedikit saudara-saudara kita yang punya pikiran begitu. Lebih baik untuk beli lainnya, atau lebih baik menerima atau diberi (atau malah jadi broker sebagai penerima hewan kurban, untuk disembelih dilingkungan tempat tinggalnya.. .ini pasti bukan penjual ternak lho. Seperti ini pasti orang yang kompeten untuk selalu diberi dan tidak mau berbagi ! Lihatlah rizkinya, lancar (dimudahkan Allah) atau malah disempitkan.... Buktikan sendiri. Kalau berkurban hanya mengkorbankan materi (uang) sedangkan fisiknya hanya seberapa, karena kadang sudah disearhkan sang ahlinya... jagalnya. tapi lebih baik kalau kompeten, ya..yang punya hajat kurban.
Kita dapat belajar dari keteguhan Nabi Ibrahim sosok pemuda yang mencari jati didri, siapa Tuhan sebenarnya. Kesabaran Nabi Ibrahim dalam penantian panjang untuk mendapatkan titipan anak dari Allah. Juga ketaatan Ibrahim ketika diperintahkan Allah untuk menyembilih putranya. Ketepatan Ibrahim, memilihkan lingkungan tempat tinggal untuk istri dan anaknya. Ini sangat TOTAL KOMPETEN.
Pelajaran lain adalah keikhlasan Ismail untuk dikurbankan, serta hormat dan baktinya pada orang tua, meskipun harus menuruti kemauan orang tua yang sangat berat sekali. Kemandirian Siti Hajar untuk mencarikan rizqi (air minum) bagi putranya, sebagai bukti kasih sayangnya pada putranya. Ini juga total kompeten dimana seorang ibu (umi dalam bahasa arab yang berarti tempat kembali). Ya.. untuk kembali dari anak-anaknya. Ibu juga sebagai madrasah, yaitu sebagai tempat belajar anak-anaknya, untuk membekali kompetensi untuk persiapan perjalan hidupnya. Semua IBU adalah juga TOTAL KOMPETEN.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar