Minggu, 24 Maret 2024

Judul: Membuka Pintu Maghfirah di 10 Hari Kedua Ramadhan

 


Kultum Ceramah 10 Hari Kedua Bulan Ramadhan


Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, kita telah memasuki 10 hari kedua bulan Ramadhan. Fase ini bagaikan sebuah gerbang yang Allah SWT buka lebar-lebar untuk mengantarkan hamba-Nya menuju ampunan-Nya. Rasulullah SAW bersabda:

“Awal bulan Ramadhan adalah Rahmah, pertengahannya Maghfirah (ampunan), dan akhirnya Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka).” (HR. Tirmidzi)

Saudara-saudariku yang dirahmati Allah,

10 hari kedua ini merupakan waktu yang tepat untuk meningkatkan amalan ibadah dan memohon ampunan atas segala dosa. Berikut beberapa amalan yang dapat kita lakukan:

1. Memperbanyak Salat Malam

Salat malam, seperti salat tahajud, di sepertiga malam memiliki keutamaan yang luar biasa. Selain mendekatkan diri kepada Allah SWT, salat malam juga dapat menjadi sarana untuk memohon ampunan dosa.

2. Memperbanyak Doa

Di bulan Ramadhan, doa-doa kita lebih mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Manfaatkan waktu ini untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, dan memohon kebaikan di dunia dan akhirat.

3. Memperbanyak Membaca Al-Qur'an

Membaca Al-Qur'an merupakan amalan yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan. Selain mendapatkan pahala yang berlimpah, membaca Al-Qur'an juga dapat membantu kita memahami ayat-ayat Allah SWT dan mentadabburinya.

4. Memperbanyak Zikir

Zikir adalah salah satu cara untuk mengingat Allah SWT. Memperbanyak zikir di bulan Ramadhan dapat membantu kita membersihkan hati dan mendapatkan ketenangan jiwa.

5. Bersedekah

Bersedekah merupakan amalan yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan. Selain membantu orang lain, bersedekah juga dapat menghapus dosa dan membersihkan harta.

Saudara-saudariku yang dirahmati Allah,

Mari kita manfaatkan 10 hari kedua Ramadhan ini sebaik-baiknya. Perbanyaklah amalan ibadah dan mohonlah ampunan atas segala dosa. Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita dan memberikan kita kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Aamiin ya Rabbal'alamin.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Selasa, 06 Februari 2024

sakinah, mawadah dan wa rahmah

 


SAKINAH

ketika melihat kekurangan pasangan namun,

bisa menjaga lisan, untuk tidak mencela


MAWADAH

ketika mengetahui kekurangan pasangan namun,

memilih menutup sebelah mata atas kekurangan

dan membuka mata berfokus melihat kelebihanya


SAKINAH

Ketika kitamenjadikan kekerunagan pasangan,

sebagai ladang  amal untuk kita

Selasa, 02 Januari 2024

Muhasabah Awal Tahun

 

 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Khutbah 1

 

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِىْ هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللهُ.

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.

اللَّهُمَّ صَلِّى وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى أٰلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

اَمَّا بَعْدُ,فَيَا ايُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْفَازَ الْمُتَقُوْن.

....................................

Jama’ah jum’at yang dimuliakan Allah

Saat ini kita berada di hari-hari akhir tahun 2023  Miladiyah. Pada kesempatan ini tampaknya tidak perlu kita bahas tahun Miladiyah itu warisan dari budaya apa dan agama apa.

Namun karena tahun Miladiyah sebagai perhitungan kalender yang saat ini dipakai secara umum oleh masyarakat Indonesia, maka mau tidak mau kita memakainya pula. Meskipun kita pakai kalender Miladiyah, tentu kita tidak boleh melupakan kalender Hijriyah

Ada kata-kata mutiara atau mahfudzah yang layak direnungkan diakhir tahun ini. “  Kalau kamu tidak tahu apa yang akan kamu lakukan besok pagi, lebih baik bagimu untuk mati pada malam hari ini “.

Jama’ah jumah rahimakumullah

Diawal tahun nanti, hendaknya kita sudah mempunyai rencana-rencana besar yang akan kita kerjakan pada setiap detik waktunya, sehingga diakhir tahun depan, kita dapat mengevaluasi sejauh mana target yang kita cita-citakan itu dapat tercapai.

Mengevaluasi hasil kerja merupakan bagian dari melaksanakan perintah Allah SWT, sebagai firman Allah dalam QS. Al Hasyr : 18 .

 


Contoh misalnya :

Ada yang menargetkan pada tahun depan hafal 10 juz al Quran, maka kita sudah harus punya rencana, setiap hari kita harus hafal berapa ayat.

Berapa menit dalam setiap harinya, meluangkan waktu untuk memperbaiki bacaan dan tilawahnya. Kita juga harus cermati waktu harian kita ditahun kemarin, adakah hari terlewat dari tambahan hafalan atau malah ada hari yang terlewat tanpa tilawah.

Kita harus cermati secara jujur waktu-waktu  yang telah berlalu itu mengapa ada hari merahnya, mengapa harus ada hari hari yang terlewat tanpa kemajuan dalam masalah tilawah dan hafalan ?

 

 

Jama’ah jum’at yang dimuliakan Allah

Kalau ditahun kemarin “ time table” atau jadwal harian kita mungkin kurang tercetak  dengan jelas sehingga lupa tahun ini, mungkin perlu kita masukan didalam sistem alarm dalam HP, sehingga tidak terlupa oleh jadwal yang telah kita buat. Kita harus disiplin, seperti disiplinya orang minum obat.

Dulu penyakit TBC dianggap  sebagai penyakit yang tidak bisa disembuhkan, pengidapnya akan semakin parah keadaannya dan berakhir dengan kematian.

Namun sekarang ini penyakit TBC, tidak terlalu sulit disembuhkan secara tuntas, kalau penderinta mau disiplin meminum obat, secara rutin selama enam bulan, dengan setiap harinya dengan jadwal tertentu, hampir semua dapat disembuhkan.

Namun jika penderita lalai dan melewatkan satu kali saja jadwal minum obat. Maka pasti gagal sembuh dan harus mengulang proses pengobatannya dari awal. Biasanya dokter yang menangani akankan meminta salah satu anggota keluarga penderita TBC, untuk menjadi sukarelawan pendamping minum obat. Yang bertugas mengingatkan dan memastikan jadwal minum obat penderita tak akan terlewat.

Jama’ah jumah rahimakumullah

Setiap manusia di dunia ini oleh Allah SWT, diberi karunia waktu yang sama, yaitu 365 hari dalam setiap tahun, dalam setiap hari ada 24 jam, dan dalam setiap jam ada 60 menit.

Kalau kemudian di dalam satu tahun ada yang telah sukses menghafal 10 juz, 20 juz, 30 juz atau malah tidak satu ayat pun yang dihafal , maka semua itu pasti terkait dengan pemanfaatan setaip detik dan menit dalam kehidupan masing-masing.

Oleh karena itu, mumpung masing diujung tahun, ada baiknya kalau kita bermuhasabah, mengevaluasi kegagalan dan kesuksesan kita pada tahun kemarin, sekaligus merencanakan langkah besar tahun ini.

 

Tanpa rencana yang matang , peluang sukses kita tentu menjadi lebih kecil. Tanpa rencana yang jelas, kita hanya akan tergagap-gagap. O ternyata tahun sdh berganti, O ternyata sudah ashar, O kita sudah semakin tua, O kita teryata sudah banya melewatkan banyak kesempatan yang diberikan Allah.

Akhinya kita hanya bisa menyesali berbagai kesempatan yang telah kita buang itu. Kita hanya akan digilas zaman dan menjadi manusia yang merugi dunia akhirat.

Demikian khubat ini, mudah-mudahan menjada motivasi untul lebih berprestai di tahun depan dengan persiapan dan perencanaa yang matang. Amin YRA.

 

بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْأۤنِ الْعَظِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلَا وَتَهُ

اِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.

 

 

 

 

 

 

 

 

Khutbah II

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ؛ فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى :
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ, وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .