السلام
عليكم ورحمة الله وبركاته
Khutbah 1
الْحَمْدُ
لِلَّهِ الَّذِىْ هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ
هَدَانَا اللهُ.
أَشْهَدُ
أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللَّهُمَّ
صَلِّى وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى أٰلِهِ
وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
اَمَّا
بَعْدُ,فَيَا ايُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَى اللهِ
فَقَدْفَازَ الْمُتَقُوْن.
....................................
Jama’ah
jum’at yang dimuliakan Allah
Saat ini kita berada di hari-hari
akhir tahun 2023 Miladiyah. Pada
kesempatan ini tampaknya tidak perlu kita bahas tahun Miladiyah itu warisan
dari budaya apa dan agama apa.
Namun karena tahun Miladiyah
sebagai perhitungan kalender yang saat ini dipakai secara umum oleh masyarakat
Indonesia, maka mau tidak mau kita memakainya pula. Meskipun kita pakai
kalender Miladiyah, tentu kita tidak boleh melupakan kalender Hijriyah
Ada kata-kata mutiara atau
mahfudzah yang layak direnungkan diakhir tahun ini. “ Kalau kamu tidak tahu apa yang akan kamu
lakukan besok pagi, lebih baik bagimu untuk mati pada malam hari ini “.
Jama’ah jumah rahimakumullah
Diawal tahun nanti, hendaknya kita
sudah mempunyai rencana-rencana besar yang akan kita kerjakan pada setiap detik
waktunya, sehingga diakhir tahun depan, kita dapat mengevaluasi sejauh mana
target yang kita cita-citakan itu dapat tercapai.
Mengevaluasi
hasil kerja merupakan bagian dari melaksanakan perintah Allah SWT, sebagai
firman Allah dalam QS. Al Hasyr : 18 .

Contoh misalnya :
Ada yang menargetkan pada tahun
depan hafal 10 juz al Quran, maka kita sudah harus punya rencana, setiap hari kita
harus hafal berapa ayat.
Berapa menit dalam setiap harinya,
meluangkan waktu untuk memperbaiki bacaan dan tilawahnya. Kita juga harus
cermati waktu harian kita ditahun kemarin, adakah hari terlewat dari tambahan
hafalan atau malah ada hari yang terlewat tanpa tilawah.
Kita harus cermati secara jujur
waktu-waktu yang telah berlalu itu
mengapa ada hari merahnya, mengapa harus ada hari hari yang terlewat tanpa
kemajuan dalam masalah tilawah dan hafalan ?
Jama’ah
jum’at yang dimuliakan Allah
Kalau ditahun kemarin “ time table” atau jadwal harian kita
mungkin kurang tercetak dengan jelas
sehingga lupa tahun ini, mungkin perlu kita masukan didalam sistem alarm dalam
HP, sehingga tidak terlupa oleh jadwal yang telah kita buat. Kita harus disiplin,
seperti disiplinya orang minum obat.
Dulu penyakit TBC dianggap sebagai penyakit yang tidak bisa disembuhkan,
pengidapnya akan semakin parah keadaannya dan berakhir dengan kematian.
Namun sekarang ini penyakit TBC,
tidak terlalu sulit disembuhkan secara tuntas, kalau penderinta mau disiplin
meminum obat, secara rutin selama enam bulan, dengan setiap harinya dengan
jadwal tertentu, hampir semua dapat disembuhkan.
Namun jika penderita lalai dan
melewatkan satu kali saja jadwal minum obat. Maka pasti gagal sembuh dan harus
mengulang proses pengobatannya dari awal. Biasanya dokter yang menangani
akankan meminta salah satu anggota keluarga penderita TBC, untuk menjadi
sukarelawan pendamping minum obat. Yang bertugas mengingatkan dan memastikan
jadwal minum obat penderita tak akan terlewat.
Jama’ah jumah rahimakumullah
Setiap manusia di dunia ini oleh
Allah SWT, diberi karunia waktu yang sama, yaitu 365 hari dalam setiap tahun,
dalam setiap hari ada 24 jam, dan dalam setiap jam ada 60 menit.
Kalau kemudian di dalam satu tahun
ada yang telah sukses menghafal 10 juz, 20 juz, 30 juz atau malah tidak satu
ayat pun yang dihafal , maka semua itu pasti terkait dengan pemanfaatan setaip
detik dan menit dalam kehidupan masing-masing.
Oleh karena itu, mumpung masing
diujung tahun, ada baiknya kalau kita bermuhasabah, mengevaluasi kegagalan dan
kesuksesan kita pada tahun kemarin, sekaligus merencanakan langkah besar tahun
ini.
Tanpa rencana yang matang , peluang
sukses kita tentu menjadi lebih kecil. Tanpa rencana yang jelas, kita hanya
akan tergagap-gagap. O ternyata tahun sdh berganti, O ternyata sudah ashar, O
kita sudah semakin tua, O kita teryata sudah banya melewatkan banyak kesempatan
yang diberikan Allah.
Akhinya kita hanya bisa menyesali
berbagai kesempatan yang telah kita buang itu. Kita hanya akan digilas zaman
dan menjadi manusia yang merugi dunia akhirat.
Demikian khubat ini, mudah-mudahan
menjada motivasi untul lebih berprestai di tahun depan dengan persiapan dan
perencanaa yang matang. Amin YRA.
بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْأۤنِ الْعَظِيْمِ
وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلَا وَتَهُ
اِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ. وَقُلْ رَّبِّ
اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.
Khutbah II
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ
وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا،
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ
أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ؛ فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى :
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ
يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا
عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ
الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا
وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي
قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا
وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ
الْعزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ, وَالْحَمْدُ
لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .