Jumat, 22 Juni 2018

asli dan fitri


Hasil gambar untuk penghapus dosa

pilihan kita
mau kw, mau asli, atau asli setengah kw semeua tergantung kita..

pilih madu pasti yg asli
pilih bensin pasti yang murni
pilih gadis pasti yang ori
pilih separe part pasti yang ori
pilih oli pun bukan yang palsu

kalau kita suruh milih barang tentu yang baik dan terbaik...  terlebih lagi yang ORI .. jelas asli.
barang yang asli  menjadi pilihan orang yang bermutu...

orang yang selesai puasa akan menjadi orang yang bersih atau fitri...  karena dosa-dosanya telah diampuni.

untuk mmbersihkan badan kita butuh sabun mandi
untuk membersikan piring  kita butuh .......
untuk membersihkan lantai  tentu butuh ..superpell
tentu medianya bukan yang palsu, tapi mesti asli..

untuk membersihkan dosa-dosa
banyak media yang ada ..... Allah telah berikan...

dengan banyak istigfar  kita akan diampuni dosa dosanya setiap waktu..
untuk menghapus dosa harian kita, jalankan sholat 5 waktu...
dikegiatan mingguan kita mendatangi Jamaah Jumat..
disetiap bulanya kita laksanakan puasa sunah
puasa romadhon menjadi penghapus dosa di tiap tahunnya

HAJi menjadi penghapus dosa dosa kita dalam seumur hidup kiata

semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita..
amin.




Kamis, 08 Maret 2018

evaluasi diri


Hasil gambar untuk evaluasi diri
setiap orang akan bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri. apapun permasalahan dalam kehidupanya, setiap pribadi harus dapat mengontrol dirinya  sendiri dan tidak selalu mengantungkan orang lain,  apalagi menunggu selama 24 jam,agar orang lain memprbaiki diri kita.
demgan demikian  improwment menjadi keharusan untuk memprbaiki kualitas diri.
mulailah dari diri:
1. menjaga diri sendiri  harus didahulukan dari orang lain. boss kita ya kita sendiri
2. membina diri oleh diri sendiri, tak kan pernah orang lain akan menasihati. kecuali kita tidak menyelesaikan pekerjaan akan di nasihati boss.
3. hisap pada hari akhir kelak, ya dilakukan pada diri kita  dan bersifat individual
4. membina diri sendiri akan membuat perubahan diri, kecuali kita tidak normal/wedan.

lalu apa yang diri kita semua lakukan.
menurut Abdullah bin Abdul Aziz al Aidan dapat direncanakan  PDCA sebagai berikut :
1.muhasabah
2.taubat
3. memperluas ilmu
4.mengerjakan amal baik
5. melibatkan diri utk dakwah
6. memperhatikan aspek moral
7.mujahadah bersungguh2
8. berdoa kepada Allah

kehidupan tidak semudah membalikan tanggan, apalagi menulis status di medsos, apalagi menulis koment di WA.

mari kita mulai.trims.

Senin, 29 Januari 2018

organisasi-organisasi islam

Ada banyak Ormasy Islam di luar NU dan Muhammadiyah yang ikut berjuang mati matian melawan Penjajah di seluruh wilayah Indonesia dari Aceh sampai Halmahera.

Di Jawa saja sebelum Muhammadiyah dan NU lahir Ada Syarikat Islam, kemudian menjadi Syarikat Dagang Islam, dengan Tokoh pendiri HOS Cokroaminoto, guru besar bagi Bung Karno dan banyak tokoh pejuang lainnya.

Di Jakarta tahun 1901 berdiri Jami’atul Khairat, didirikan oleh para ulama dan masyarakat keturunan Nasionalis Arab.

Di Banten ada Mathla’ul Anwar berdiri tahun 1916 di Menes, bahkan 10 tahun sebelum NU berdiri, dan hanya 4 tahun setelah Muhammadiyah, yang berdiri di Yogjakarta pada tahun 1912. Dan anda perlu tahu saat itu TIDAK ADA satupun anggota Muhammadiyah, apalagi anggota NU yang berjuang demi Rakyat Indonesia dan Kemerdekaan Indonesia di wilayah Banten. Bukankah NU belum lahir ke dunia saat Umat Islam Mathla’ul Anwar di Banten sudah berjuang melawan penjajah dan membuat usaha agar Republik Indonesia bisa berdiri MERDEKA?
Perlu juga Bapak ketahui bahwa salah satu anak didik Mathla’ul Anwar adalah Almarhum Bapak Haji Alamsyah Ratu Prawira Negara, Jendral pejuang asal Lampung, yang pernah jadi Menteri Sekretaris Negara dan Menteri Agama RI.

Di Medan, berdiri Ormasy Islam Al Washliyah pada tahun 1926. Membuat banyak sekolah, bahkan para Ulama nya berjuang angkat senjata melawan penjajah Belanda. Sebut Almarhum Riva’i Abdul Manaf(pengarang lagu “Panggilan Jihad”, yang fenomenal itu), Almarhum Bahrum Jamil, Almarhum Bahrum Sholih dll., Ulama pejuang dari Al Washliyah. Perlu Pak Kapolri Catat BESAR BESAR bahwa pada saat itu dapat dipastikan belum ada Satu orang pun anggota NU di Sumatera Utara, khususnya Medan yang berjuang di sana.
Pada tahun 1936 berdiri pula a Ormasy Islam Al Ittihadiyah, oleh Syekh Muhammad Dahlan, Syekh Zainal Arifin Abbas, (penulis Besar asal Medan, yang juga Ulama Pejuang yang angkat senjata melawan penjajah), Dan Syekh Sayuti Nur(guru saya), Ulama Pejuang di Medan.

Di Aceh berdiri Persatuan Ulama Aceh yang menuliskan fatwa Jihad melawan Penjajah Kafir Belanda dan menuliskan “Hikayat Perang Sabil” yang terkenal itu.

Di Sumatera Barat berdiri Persatuan Tarbiyah Islamiyah(PERTI) yang dipelopori oleh Almarhum Syekh Sulaiman Arrasuli, Syekh Abbas Padang Lawas, Syekh Jamil Jaho, Syekh Sa’ad Mungka, Syekh Abdul Wahid, Padang Jopang, Suliki, Payakumbuh(kakek guru saya). Sudah dapat dipastikan saat itu belum ada anggota NU yang berjuang di sana.

Di Jawa Barat ada Persis, didirikan oleh Syekh A. Hassan Bandung, yang banyak membantu Bung Karno dan menginpirasi pemikiran Beliau. Ada Juga PUI(Persatuan Umat Islam).

Di Lombok ada Nahdhatul Wathon, yang didirikan oleh Tuan Guru Zainudddin, kakek dari Tuan Guru Bajang, Gubernur NTB saat ini.

Di Sulawesi Ada Al Khairat, dan lain lain.

(dari berbagai sumber)