Selasa, 25 Oktober 2022

8 Jenis Rezeki Dalam Al-Quran

Rezeki, bukan sekedar membahas sebuah uang dan harta yang kita miliki. Melainkan segala sesuatu yang kita dapat dan miliki di muka bumi itu semua adalah rezeki. Tapi setiap manusia memiliki takarannya sendiri dalam mendapatkan rezeki dari Allah SWT. Meskipun kita sudah berusaha sekuat tenaga yang namanya sudah takarannya maka kita hanya bisa bersyukur dan tetap semangat. Dalam mendapatkan itu semua, Allah memberikan berbagai macam jenis rezeki. Hal itu sudah dijelaskan di dalam Al-Quran oleh Allah.

 

1. Rezeki karena sedekah

Allah akan memberikan balasan bagi hambanya yang gemar menyisihkan uangnya untuk bersedekah. Dijelaskan dalam Q.S.Al-Baqorah: 245,
"Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan."

 

2.Rezeki yang telah dijamin Allah SWT

Semua rezeki itu sudah di atur oleh Allah. Kita sebagai hamba hanya harus tetap berusaha dan tetap bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah. Meskipun sekarang belum di limpahkan rezeki, bisa jadi suatu saat nanti akan dilimpahkan. Dalam hal ini Allah telah berfirman dalam Q.S.Hud: 6,
"Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)."

 

3. Rezeki karena bersyukur

Mau seberapa pun yang kita dapatkan hari ini kita harus tetap bersyukur. Karena rasa bersyukur itu yang membuat rezeki kita tetap mengalir. Allah berfirman dalam Q.S.Al-Ibrahim: 7," Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”

 

4. Rezeki karena anak

Anak dan keluarga merupakan sumber kita mendapatkan rezeki. Karena mereka kita harus bekerja untuk menghidupi semuanya. Maka keluarga dan anak bukan lah beban melainkan sumber rezeki kita. Allah berfirman dalam Q.S.Al-Isra': 31,
"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu. Membunuh mereka itu sungguh suatu dosa yang besar."

 

5. Rezeki karena menikah

Menikah merupakan salah satu pintu untuk mendatangkan rezeki. Hal itu telah dijelaskan Allah dalam firman-nya di Q.S An-Nur: 32,
"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui."

 

6. Rezeki karena berusaha

Untuk mendapatkan rezeki kita harus berusaha terlebih dulu, bisa dengan bekerja dan lain sebagainya. Dan berusaha nya harus dengan cara yang halal. Allah telah menjelaskannya dalan Q.S.An-Najm: 39,"dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya,"

 

7. Rezeki yang tak terduga

Siapa sih yang tahu rencana Allah? Tidak ada satupun manusia yang mengetahuinya. Maka jika kita dalam kesulitan maka percayalah bahwa Allah pasti akan membantu kita. Dalam Q.S.At-Talaq: 3, Allah telah berfirman, 

"Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu."

 

8. Rezeki karena istiqhfar

Perbanyak beristighfar disaat kesulitan dapat memberikan kita kemudahan dalam menyelesaikannya. Allah berfirman dalam Q.S.Nuh: 10-12 yang artinya, "Maka aku berkata (kepada mereka), "Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun (10), Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu (11), dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu." (12)

Semoga ilmu di atas tentang jenis rezeki bermanfaat. Jangan malas untuk selalu melakukan perbuatan baik, misalnya berbagi.

 

https://www.wujudaksinyata.org/news/8-jenis-rezeki-dalam-al-quran

Kamis, 06 Oktober 2022

DOA kelahiran anak

 Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Ada beberapa redaksi yang diajarkan para ulama terkait doa untuk orang tua yang baru dikaruniai anak. Ada yang diriwayatkan secara maqthu’ (sampai tabi’in) dan ada yang secara marfu’ (sampai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).

Kita akan simak beberapa diantaranya,

Pertama, riwayat dari Hasan al-Bashri – ulama Tabi’in –,

Dari al-Haitsam bin Jammar, ada seseorang yang bertanya kepada Hasan al-Bashri, ‘Bolehkah menggunakan ucapan orang persia untuk doa ketika kelahiran anak?’

Jawab Hasan,

”Mengapa kau gunakan ucapan orang persia. Bisa jadi doanya,” Jadilah sapi atau himar”. Ucapkanlah,

بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي المَوهُوبِ لَكَ , وَشَكَرْتَ الوَاهِبَ , وَبَلَغَ أَشُدَّهُ , وَرُزِقْتَ بِرَّهُ

Semoga Allah memberkahi anak yang dianugerahkan kepadamu, semoga kamu bisa mensyukuri Sang Pemberi (Allah), semoga cepat besar dan dewasa, dan engkau mendapatkan baktinya si anak.”

Keterangan:

Doa ini diriwayatkan Ali bin al-Ja’d dalam al-Musnad (hlm. 488). Sebagian ulama menilai sanadnya dhaif karena posisi al-Haitsam bin Jammar. Dia dinilai dhaif oleh Yahya bin Main. Imam Ahmad menyatakan, ’Tarakahu an-Nas’ (ditinggalkan umat). An-Nasai juga menilainya matruk. (Lisan al-Mizan, 8/352).

Hanya saja, mengingat inti dari doa untuk kelahiran anak adalah memohonkan keberkahan dan kebaikan untuk anak dan orang tuanya, maka tidak ada lafadz yang menjadi ketentuan khusus dalam hal ini. Karena itu para ulama, semacam an-Nawawi dalam al-Majmu’ (8/443), atau dalam al-Azkar (hlm. 289), dan Ibnu Qudamah dalam al-Mughni (9/464), mereka menganjurkan untuk memilih doa dari Hasan al-Bashri.

Keduariwayat dari Ayyub as-Sikhtiyani

Diriwayatkan dari Ayyub as-Sikhtiyani, bahwa beliau ketika mendengar kabar ada tetangga yang punya anak, beliau mendoakan,

جَعَلَهُ اللهُ مُبَارَكًا عَلَيكَ وَعَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ – صلى الله عليه وسلم –

“Semoga Allah menjadikannya anak yang diberkahi untukmu dan untuk umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Keterangan:

Doa ini diriwayatkan Ibnu Abi ad-Dunya dalam al-Iyal (no. 202), dari Khalid bin Khaddas dari Hammad bin Zaid.

Keterangan Ayyub ini juga dikuatkan dengan riwayat Thabrani dalam kitab ‘ad-Dua’ (no. 870) dari jalur Amr bin Rabi’, dari as-Siri bin Yahya, dari Hasan al-Bashri, bahwa ada salah satu muridnya yang anaknya lahir laki-laki.

Lalu dia mendoakan, ‘Semoga menjadi ahli menunggang kuda.’

Kata Hasan al-Bashri, ’Dari mana kamu tahu dia akan menjadi penunggang kuda? Bisa jadi dia menjadi tukang kayu atau penjahit.’

’Lalu apa yang harus kuucapkan?’ tanya orang itu.

Perintah Hasan, ”Bacalah,

جَعَلَهُ اللهُ مُبَارَكًا عَلَيكَ وَعَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ – صلى الله عليه وسلم –

“Semoga Allah menjadikannya anak yang diberkahi untukmu dan untuk umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. 

Ketigariwayat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu

Hadis yang menceritakan pernikahan Ummu Sulaim dengan Abu Thalhah dengan syarat masuk islamnya Abu Thalhah. Hingga mereka dikaruniai seorang anak lelaki yang lincah dan sehat, yang membuat Abu Thalhah sangat mencintainya.

Qadarullah, anak ini meninggal ketika ayahnya sedang safar. Ketika pulang, Abu Thalhah langsung menanyakan tentang anaknya. Setelah Abul Thalhah ditenangkan istrinya, dihidangkan makanan, dan dilayani dengan baik, baru Ummu Sulaim menyampaikan, bahwa anaknya telah dipanggil yang punya (Allah).

Karena merasa resah, Abu Thalhah langsung mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan kejadiannya bersama Ummu Sulaim. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan keberkahan untuk hubungan mereka. Hingga Ummu Sulaim melahirkan anak lelaki.

Beliau berpesan, jika tali pusarnya telah putus, jangan diberi makan apapun sampai dia diantarkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di situlah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan tahnik, dan mendoakan,

بَارَكَ اللَّهُ لَكِ فِيهِ، وَجَعَلَهُ بَرًّا تَقِيًّا

“Semoga Allah memberkahi anak ini untukmu dan menjadikannya orang baik yang bertaqwa”.

Keterangan:

Hadis ini memiliki banyak redaksi. Sementara yang ada kutipan doa di atas, diriwayatkan oleh al-Bazzar dalam Musnadnya (no. 7310).

Sanadnya dinilai shahih oleh al-Haitsami. Dalam Majma’ az-Zawaid, beliau mengatakan,

رواه البزار ورجاله رجال الصحيح غير أحمد بن منصور الرمادي وهو ثقة

“Diriwayatkan al-Bazzar dan para perawinya adalah perawi kitab shahih, selain Ahmad bin Manshur ar-Ramadi, beliau perawi Tsiqqah.” (Majma’ az-Zawaid, 9/216)

Jika riwayat ini shahih, doa ini yang bisa kita rutinkan, karena ma’tsur (diriwayatkan) dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allahu a’lam

—–
Penulis: Ustadz Ammi Nur Baits, BA.

Artikel www.muslimah.or.id



Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/7189-macam-macam-doa-untuk-yang-baru-dikaruniai-anak.html