1. Penyebab
Kemajuan peradaban islam
a. Khalifah menaruh perhatian
yang serius dalam pendidikan dan ilmu pengetahuan. Hal ini terlihat Khalifah Harun
Ar Rosyid, pada masa Dinasti Abasiyah, mendirikan pendidikan formal yaitu Darul Hikmah. Juga
dilakukan penterjemahan buku-buku asing kedalam bahasa arab yang dibiayai
pemerintah. Kemudian muncullah ilmu kedokteran, ilmu perbintangan atau
astronomi, ilmu pasti (riyadhiyat) dan ilmu farmasi / kimia.
b. Munculnya gerakan pembaharuan
dalam islam, yang dipelopori tokoh-tokoh islam, dimana pokok-pokok pemikiranya, telah
memberikan kontribusi pada umat islam di dunia.
c. Munculnya tiga kerajaan besar
yaitu kerajaan Utsmani di Turki, kerajaan Syafawi di Persia dan Kerajaan Mughal
di India.
2. Ilmuwan-
ilmuwan Islam pada masa Daulah Abbasiyah
a. Ibnu
Sina, ahli ilmu kedokteran
sebagai bapaknya para dokter. Bukunya yg terkenal Al Qonun Fit-Thib.
b. Abu Mansyur Al Falaki, ahli perbintangan. Bukunya
yang terkenal Isbatul Ulum dan Haiatul-Falaq.
c. Tsabit
Bin Qurrah Al Hirrari, ahli ilmu pasti ( riyadhiyat) bukunya yang terkenal Hisabul-Ahliyah.
d. Ibnu
Baithar, ahli
kimia. Bukunya yang terkenal al mughni (tentang obat-obatan)
e. Juga muncul ahli-ahli agama
seperti :
a) Ahli Tafsir Bil Matsur
(penafsiran al quran dengan hadits-hadits Nabi)
b) Ahli Tafsir Bil Rayi
(penafsiran al quran dengan akal)
Tokohnya : Ibnu Jarir At Thobari, Muhammad bin Ishak, dan Abu
Yunus Andussalam
c) Ilmu Hadits
Tokohnya : Imam Bukhori, Imam Muslim, Ibnu Majah, Abu dawud dan
Nasai
d) Ilmu kalam
Tokohnya : Wasil Bin Atha, Abu Hasan Al Asyari dan Al Maturidi
e) Ilmu Tasawuf
Tokohnya : Iman Ghozali
3. Tokoh-tokoh
pembaharu yang telah memberikan kontribusi bagi umat
a. Jamaludin
Al Afghani lahir di Afganistan 1819 M, hidup di Turki sampai meninggal,
menyerukan ijtihad agar umat islam mampu menjawab tantangan zaman dan solidaritas
negara-negara muslim untuk bersatu.
b. Muhammad
Abduh lahir di
Mesir 1849 M, merupakan murid Jamaludin Al Afgani. Keduanya mendirikan majalah Al Urwatul Wutsqa (berpusat di Paris, saat
keduanya diuang ke sana) yang menyebar ke Mesir. Gagasan beliau yang terkenal Al Islmau Mahjubun Bil Muslimin (ajaran
islam tertutup oleh umat islam itu sendiri). Gagasanya juga di muat di majalah Al
manar yang kemudian di jadikan nama
tafsir karyanya.
c. Muhammad
Rasyid Ridla lahir di Libanon 1865 M, merupakan murid Muhammad Abduh. Gagasannya
memadukan pemikiran Jamaludin dan Abduh. Menurutnya ajaran sufi memperlemah
agama islam, karena menanamkan rasa pesimis dan menyerah pada keadaan tanpa
ihktiar. Pada hal yang benar islam adalah agama yang penuh dinamika, optimis
dan mendorong umatnya untuk berkarya.
d. Toha
Husain merupakan
seorang sejarawan dan filosof. Mendukung adanya modernisasi, ilmu pengetahuan
sangat penting dan menempati perwujudan yang tinggi. Akan tetapi pandangannya dianggap sekuler, karena terlalu mengunggulkan ilmu pengetahuan.
e. Yusuf
Qordawi lahir di
Mesir 1926 M, pendapatnya islam akan maju bila dapat menguasai IPTEK, yang
berpedoman pada keimanan didasrkan Al Quran dan Sunnah.
f. Sayyid
Qutub merupakan
tokoh revolusioner berasal dari Mesir. Pandanganya secara umum dunia islam
relatif terbuka untuk menerima ilmu pengetahuam dan teknologi sejauh
memperhitungkan manfaat praktisnya.
g. Sir
Sayid Ahmad Khan lahir di Delhi India 1871 M, antara beliau dan Muhammad Abduh
mempunyai kesamaan pendapat, yaitu menghargai fungsi dan membuka kesempatan
berijtihad dan menentang taqlid. Seperti Jamaludin Al Afgani, dia menyerukan
kaum muslimin untuk meraih pengetahuan modern, menggali ilmu pengetahuan
berdasarkan ilmu pengetahuan.
h. Sayyid
Amir Ali lahir di
Kalkuta India 1849 M. Pendapatnya kemudnuran umat islam bukan karena ajaran
agamanya, tetapi karena umatnya yang tidak mau meyakini kebebasan dan kebenaran
akal.
i. Sir
Muhammad Iqbal lahir di Sialkot (Punjab) 1876 M, cita-citanya mendirikan negara
bagi umat islam di India dan akhirnya terwujud menjadi negara Pakistan (
merdeka 1948 M). Pemikirannya yaitu islam sebagai agama yang dinamis yang
mendorong umatnya untuk berkembang, umat islam juga harus maju dalam bidang
agama dan dunia, dengan membangun pribadinya dan menunjukan jati dirinya
sebagai khalifah Allah di muka bumi. Tahun 1930 M beliau menulis buku The Reconstruction Of Religius Thought In
Islam (pembangunan kembali pemikiran keagamaan dalam islam)
j. Muhammad
Ali Jinah lahir di
Karachi (Pakistan) 1876 M. Mendapat gelar Qaid Azam karena berhasil
menciptakan negara pakistan yang modern dan berdasrkan islam.
4. Kemajuan
pada tiga kerajan besar islam.
Kemajuan pada tiga kerajan
besar islam yaitu kerajaan Utsmani di Turki, kerajaan Syafawi di Persia dan
kerajaan Mughol di India. Kerajaan Utsmani
wilayahnya meliputi : Asia kecil, Armenia, Irak, Suriah, Hijaz. Yaman di Asia.
Untuk wilayah Afrika meliputi : Mesir, Libia, Tunis, Aljazair. Di Eropa
meliputi Bulgaria, Yunani, Yugoslavia, Albania, Hongaria dan Rumania. Perkembangan
dalam bidang agama yaitu masyarakat digolongkan berdasar agama, dikarenakan
kerajaan banyak terikat dengan syariat. Ulama mempunyai tempat terhormat dan berperan besar dalam jabatan mufti, yang berperan memberi fatwa. Tarekat mengalami perkembangan pesat (tarekat Bektsay dan tarekat Maulawi)
Wilayah kerajaan Syafawi meliputi
Persia. Sebelah barat berbatasan dengan kerajaan Utsmani dan sebelah
timur berbatasan dengan kerajaan mongol. Kemajuan yang diperoleh dalam bidang
ekonomi ditandai ketika Kepulauan Harmuz menyatakan islam, jalur dagang antara
timur dan barat menjadi milik kekuasaan
kerajaan Syafawi. Pada bidang pertanian mengalami kemajuan terutama di
daerah bulan sabit subur (frontile crescent), sektor perdagangan menjadi
ramai dan padat.
Wilayah kerajaan Mughol
meliputi seluruh India. Kemajuan
yang diperolehnya adalah kemantapan stabilitas politik dan ekonomi. Kerajaan Mughal termasuk
sukses dalam bidang arsitektur. Taj mahal di Agra merupakan puncak karya
arsitektur pada masanya, diikuti oleh Istana Fatpur Sikri peninggalan Akbar dan
Mesjid Raya Delhi di Lahore. Di kota Delhi Lama (Old Delhi), lokasi bekas pusat
Kerajaan Mughal, terdapat menara Qutub Minar (1199), Masjid Jami Quwwatul Islam
(1197), makam Iltutmish (1235), benteng Alai Darwaza (1305), Masjid Khirki
(1375), makam Nashirudin Humayun, raja Mughal ke-2 (1530-1555). Di kota
Hyderabad, terdapat empat menara benteng Char Minar (1591). Di kota Jaunpur,
berdiri tegak Masjid Jami Atala (1405). Taman-taman kreasi Moghul menonjolkan
gaya campuran yang harmonis antara Asia Tengah, Persia, Timur Tengah, dan
lokal. Dibidang politik Sultan Akbar mengrahkan apa yang dinamakan politik sulakhul
(toleransi universal). Dengan politik ini semua rakyat India dipandang sama.
Mereka tidak dibedakan karena perbedaan etnis dan agama.