Senin, 29 Juli 2013

ke "MENTHESA" an

Sudah sepertiga perjalanan puasa dilalui. Puasa menjadi suatu training yang sangat berharga. Minimal melatih kedisiplinan kita.  Meskipun dihadapan kita sudah ada makanan, namun ketika belum saatnya berbuka, kita tidak akan memakannya. Anak-anak kita yang berada dirumah sendirian, meskipun di tinggal kerja, tentu juga tidak  mau makan terhadap makanan yang masih layak dari sisa, atau simpanan dari sahur tadi. Nah ini kecuali... kalau anak-anak kita tidak paham terhadap puasa.
Puasa menjadi motivasi untuk segera melakukan yang terbaik dan  paling baik. Yang biasanya nggak ke mesjid, sekarang rajin ke masjid  meskipun hanya ikut takjilan. Yang tidak biasa sholat dhuha ya..sekarang rajin dhuha. Yang tidak terbiasa baca quran, minimal dalam satu hari... membuka al quran. Inilah keberkahan bulan romadhon. Bersegera..............Kata TDW, no  action no hapen, take action is miracle. Betul juga ya... kalau kita segera menyelesaikan dan bergegas tentu akan disusul dengan sebuah hasil, atau kejadian. Tetapi jika tidak segera bertindak, pasti tidak ada karya.
Diakhir romadhon masjid-masjid  kegiatan sholat tarawihnya semakin maju, alias shofnya yang maju berarti persertanya berkurang. Seleksi alam! Ingat ketika dulu simbok kita, atau simbah kita yang sebelum memasak, membersihkan beras dengan “ napeni” pakai tambir dengan cara di putar dan ditiup. Kita akan melihat kotoran yang akan dibuang telah berkumpul di tengah atau terbah jatuh. Beras beras yang berkualitas bagu “mentes”, tentu akan tinggal ditempatnya.Ya.. berasnya tetep istiqomah di situ. Kotoran dan beras yang baik, tetap tinggal. Sementara yang tidak mentes akan hilang. Begitu juga orang-orang yang tetep istiqomah, tetap menjalakan meskipun digoyang dengan persiapan lebaran, dan tahan dari tiupan atau bisiskan setan.
Setelah melalui training 30 hari, tentu yang lulus dengan predikat baik. Akan selalau menjaga konsistensi mutu atau ke “mentesan” ibadah dan perilakunya setelah romadhon.

Segera lakukan  dan punya karya!  Atau tidak ada keajaiban karena tidak ada tindakan.?

Senin, 08 Juli 2013

BERJUMPA LAGI

Alhamdulillah.  Masih menjumpai romadhan. Bulan yang penuh pesta pahala. Dibukanya lebar-lebar pintu surga, dan ditutup rapat-rapat neraka. Pilih mana? Semua pilihan punya konsekwensi. Rasa syukur panjangnya umur, kesempatan yang diberikan dan didukung kecerdasan bagaimana kita memanfaatkannya!
Saya sangat kagum kepada temen-teman yang diberi amanah mengurus masjid, atau sebagai takmir. Bagaimana mereka berusaha memberikan yang terbaik kepada jamaahnya. Mulai dari program- program yang dapat memakmurkan masjid. Kalu Cuma meramaikan masjid... tinggal undang anak-anak... di jamin pasti ramai.

Bahkan ada suatu masjid yang sebelum romadhan, mengumpulkan jamaahnya untuk persiapan romadhan. Apa yang dilakukannya? Tamir menjelaskan fasilitas-fasilitas pada jamaahnya, kemudian kegiatan-kegiatan ibadahnya. Bahkan rinci sampai doa-doa yang dilafazkannya.  Sehinga ketika sudah sampai waktunya tinggal jalan. Sudah tidak ada perdebatan lagi. Kapan mulai puasanya, berapa rokaat tarawihnya.... dan lain-lain.