Sabtu, 20 Oktober 2012

C KOMPETENSI

1. Pengetahuan
2. Pemahaman
3 .Aplikasi
4. Analisa
5. Sintesa
6 . Evaluasi

Pernah kita bosan menikmati hidup ? kalau jawabnya Ya.Mungkin ada beberapa c kompetensi yang harus di Up Grade. Kebosanan  bisa jadi karena tidak adanya harapan yang lebih baik secara perhitungan akal. Pada hal itulah rahasia yang ada di diri kita. Jawabnya pasti  ada pada diri kita sendiri. Semakin kita tinggi c levelnya tentu semakin, tidak membosankan hidup ini. Puzle kehidupan dapan selalu tersusun dan terpecahkan. Karena MUHASABAH yang kita lakukan, lebih bermakna dengan tindakan yang nyata!!!!!!!

Rabu, 10 Oktober 2012

KOMPETENSI KEBERANIAN


Keberanian itulah kata-kata sakti yang selalu di ucapkan orang-orang yang lebih tua atau senior untuk memberikan motivasi kita untuk dapat melakukannya. Ketika masih kecil melewati suatu jalan yang gelap, setiap orang akan punya presepsi yang berbeda, ada yang takut tapi ada yang tetap melalui dengan resiko apapun yang yerjadi. 
Orang orang yang naik truk dari gambar diatas itu dapat juga dikatakan SANG PEMBERANI. Mereka berani naik diatas truk yang melaju di seputar persawahan di timur tengah kota Bantu. Berdesak desakan bahkan sambil guyonoan, duduk diatas rumput dengan truk yang melaju. Pernahakan mereka memikirkan resiko ? Jawabnya pasti ya. Tentunya pikiran mereka adalah Resiko positif, yaitu semua barang bawaan dan orangnya (penumpangnya) segera sampai rumah. Sehingga tujuan hari sudah tercapai. Mereke tentunya membuang pikirin negatif, misalnya terjatuh dari kendaraan, atau  paling paling di semprit pak polisi?
KEBERANIAN kedua, tujuan mereka hanya meruput (cari rumput), bukan keluar cari uang. Tapi cari rumput, untuk makanan ternak-ternak mereka dirumah. Sehingga harus cari rumput di tempat lain, karena kemarau yang panjang. Itulah perjuang hidup untuk mencari sesuap rumput ternaknya.
Kitapun dapat belajar, Keberanian memang harus dilakukan. apaalagi keberanian itu untuk meluruskan dari hal yang melenceng dari rel, atau visi yang telah ditetapkan bersama. Terlebih lagi bila telang melenceng dari apa yang telah diperintahkan NYA. Berani-berani. nabi pun berpesen, kulihaqqa walau kanna mura, sampaikan kebenaran itu, meskipun pahit akhirnya.

Senin, 08 Oktober 2012

goal kompetensi

Foto ini saya ambil dari sebuah tempat potong rambut dengan HP. Foto ini memang sengaja di beli dan di pajang  pemilik kios. Tentunya dengan harapan supaya selama ini yang menjadi harapan dapat terwujud secara kenyataan. 
Tukang potong rambut pun ternya punya goal / target dalam rutinitas sehari-hari. Mulai dari perencanan, pelayanan bahkan tindak lanjut dari aktivitasnya.
Sekiranya semua orang punya goal, kemudian merencanakan, melaksanakan pasti semua orang akan terpuaskan akan tujuan yang didapatnya.!!!


100 % kompeten

Dalam perjalanan manusia, tentunya selalu tumbuh dan berkembang. Yang dulunya hidup sendiri, kemudian punya pasangan untuk hidup bersama. Yang dulunya gak punya apa-apa sekarang punya meskipun seadanya. Kita kadang punya fanstasy,  imagy  bahkan dreamy... yang semuanya pingin 100 %...... kun fayakun, abrakadaba.... atau pinjam pak tarno... pro..prok..prok.. kemudian ada. Itulah manusia. Kalau tidak ada dinamisasi ya bukan manusia, tapi benda mati yang hidup.
Semua punya tangga harapan. Tangga harapannya beda- beda. Ada tangga yang panajangnya 2 meter, ada yang empat meter, atau tangga kaki empat dari almunium (tangga manten, karena kakinya jejer empat), ada tangga yang panjang sekali, terbuat dari tali yang digunakan untuk penyelamatan. Semua mempunya tujuan dan fungsi yang berbeda, disesuaikan kebutuhannya.
Ada minimal kompetensi yang harus di miliki tiap orang. Yaitu kompetensi di rumah tangga, yang kedua kompetensi di tempat bekerja dan ketiga kompetensi dimana tinggal. Kompetensi di rumah tangga tentunya sangat dipengaruhi gaya tiap orang. Misalnya dapat mengendalikan, mengarahkan keluarga ke arah jalan yang telah disepakati visinya, sehingga ketika sudah berbelok dari tujuan, juga harus mengingatkan dengan watawa shaubil haq ini, tentu untuk suami. Untuk istri tentu harus paham segala apa yang perlu disiapkan untuk anggota keluarga, salah satunya misalnya tersedianya sarapan  dan masih banyak lagi, Meskipun masih disebukan dengan bekerja. Masih banyak lagi tentunya kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan untuk dapat menjalakan laju gerbong anggota keluarga., misalnya komunikasi, saling memahami saling menyayangi dan sebagainya.
Kompetensi di tempat keberja  tentunya akan lebih komplek lagi. Hal ini tergantung dari pekerjaan yang diamanahkan. Paling tidak ya memahami dulu apa yang menjadi tugasnya, kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi serta melayani terhadap yang membutuhkan pekerjaan. Lalu mengerjakanya, sehingga upahnya sudah halal, karena telah terpenuhi pekerjaanya.  Masing –masing personil akan berbeda kompetensinya. Misalanya seorang penerima telpon harus dapat menggunakan peralatan komunikasi, mempunyai suara yang bagus, dapat berkomunikasi dengan orang lain, punya tata krama dan lain sebagainya.
Kompetensi ketiga,  kompetensi lingkungan, yakni ketika kita berada dilingkungan tempat tinggal kita. Ada orang yang aktif dikegiatan dimasyarakat karena ingin bersosialisasi, ada yang aktif juga kemudian punya jabatan sosial di masyarakat, ini hanya orang-orang tertentu. Tapi ada juga masyarakat yang tidak mau tahu apa yang ada di sekitarnya, ini banyak faktor tentunya. Orang –orang yang punya jiwa sosial  akan selalu ikut ambil bagian. Tak kan pernah hitung berapa materi yang dikeluarkan atau bahkan memikirkan apa yang didapatkan. Untuk masalah itu Tuhan yang kan menganti. Orang –orang yang terlau banyak memikirakn materi, meskipun materi itu perlu, tentu akan lebih lola (loading lambat) atau kepekaan sosialnya tidak dominan, akan sangat terpaksa bila harus bermasyarakat. Karena masih hitung-hitung untung atau hitung-hitung tomboknya.
Tidak mudah menjadi orang yang kompeten  seratus persen, meski minimal yang diatas dijalankan tentu sudah mencukupi untuk hablu minannas.. Tapi kita harus mengup grade kan kompetensi untuk kemudahan menjalani hidup ini.