Sabtu, 10 Desember 2022

Ibrahim bin Adham memberikan peringatan tentang penghalang terkabulnya doa

Syekh Ibrahim bin Adham (718-782)merupakan seorang sufi yang berpengaruh besar dalam sejarah Islam. Tokoh yang berdarah Arab itu lahir di Khurasan, tepatnya Kota Balkh, kini bagian dari Afghanistan. Keluarganya menetap di wilayah tersebut setelah bermigrasi dari Kufah, Irak.

Dalam Tadzkirat al-Auliya, terdapat selayang pandang cerita yang tentang sifat amanah sang salik. Ibrahim bin Adham berkata, "Aku pernah menjadi seorang penjaga kebun. Pada suatu hari, sang pemilik kebun datang. Ia memintaku untuk mencarikan buah-buah delima yang masak. Aku pun mengambilkan untuknya sejumlah buah delima. Ternyata, buah-buahan itu rasanya masam. Maka, aku mencari lagi buah delima lainnya yang kupikir masak. Sekeranjang buah-buah ini kuberikan kepadanya. Rasanya masam juga.

Majikanku berkata, `Bagaimana kau ini? Sudah lama menjadi penjaga kebun, tetapi masih tak bisa juga membedakan antara delima yang masak dan masam?' Kukatakan kepadanya, `Aku ini penjaga kebun. Tugasku bukanlah memakan buah delima, apalagi mencicipi mana yang masam dan yang masak.' Ia kemudian berkata, `Dengan sikap amanah ini, engkau pasti Ibrahim bin Adham.' Setelah itu, aku pergi meninggalkan kebun tersebut."

Kisah lainnya menggambarkan kecermatan Syekh Ibrahim dalam hidup. Ia selalu mengutamakan warak, yakni menjauhi perkara-perkara yang syubhat, apalagi yang haram. Apabila barang yang dimiliki atau dikonsumsinya belum jelas betul status kehalalannya, pantang baginya untuk menikmati barang tersebut.

Pada akhir musim haji, sufi tersebut baru saja usai menunaikan rukun Islam kelima. Ia berniat melanjutkan rihlahnya ke Baitul Makdis. Ingin sekali berziarah dan beribadah di Masjid Al Aqsa.

Sebelum bertolak ke Palestina, Ibrahim menyambangi sebuah pasar di pinggiran Makkah.Untuk bekal perjalanan, dirinya pun membeli sekeranjang kurma dari seorang pedagang tua di sana.

Setelah kurma ditimbang dan dibungkus, Ibrahim melihat ada sebutir kurma yang tergeletak di bawah wadah timbangan. Disangkanya, sebutir kurma kecil itu adalah bagian dari buah-buahan yang dibelinya. Usai membayar, ia pun langsung berangkat menuju Al Aqsa.

Sesudah menempuh perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan, akhirnya lelaki ini tiba di tujuan. Seperti biasa, dirinya memilih tempat ibadah di bawah atap Kubah Batu. Saat sedang berzdikir, tiba-tiba ia mendengar suara percakapan dua malaikat dari arah atas.

"Lihatlah, ini Ibrahim bin Adham, seorang ahli ibadah yang doa-doanya selalu dikabulkan Allah," kata malaikat pertama.

"Namun, kini tidak lagi. Doanya tertolak karena beberapa bulan lalu ia memakan sebutir kurma yang ditemukannya di dekat wadah timbangan seorang pedagang tua di Makkah," timpal malaikat kedua.

"Astaghfirullah al-'azim! seru Ibrahim. Ia sangat terkejut dan menyadari kesalahannya itu.Seketika, sufi ini bangkit dan bergegas pergi ke Makkah.

Akhirnya, sampailah ia ke pasar yang dahulu dikunjunginya. Sayang, pedagang tua itu sudah meninggal dunia. Kini, yang menjaga toko buah tersebut adalah putranya. Setelah menjelaskan secara detail pokok persoalan, anak itu mengaku tidak mempermasalahkan buah yang telah dimakan Ibrahim.

Namun, kata pemuda itu lagi, "Sesungguhnya, ayahku memiliki banyak anak. Jumlahnya 11 orang. Tidak hanya aku, tetapi ada juga saudara-saudaraku. Aku tidak berani mengatasnamakan mereka yang mempunyai hak waris yang sama denganku terkait dengan urusan Tuan ini."

Setelah meminta alamat mereka masing- masing, Ibrahim langsung pergi menemui para anak almarhum itu satu per satu. Walau jarak rumahnya berjauhan, selesai juga permohonan maaf Ibrahim. Mereka semua setuju untuk menghalalkan sebutir kurma milik ayah mereka dahulu yang termakan sang mursyid.

"Lihatlah, ini Ibrahim bin Adham, seorang ahli ibadah yang doa-doanya selalu dikabulkan Allah."     

https://www.republika.co.id/berita/rcpuo7320/sebutir-kurma-dialog-dua-malaikat-dan-kehatihatian-ibrahim-bin-adham


Selasa, 25 Oktober 2022

8 Jenis Rezeki Dalam Al-Quran

Rezeki, bukan sekedar membahas sebuah uang dan harta yang kita miliki. Melainkan segala sesuatu yang kita dapat dan miliki di muka bumi itu semua adalah rezeki. Tapi setiap manusia memiliki takarannya sendiri dalam mendapatkan rezeki dari Allah SWT. Meskipun kita sudah berusaha sekuat tenaga yang namanya sudah takarannya maka kita hanya bisa bersyukur dan tetap semangat. Dalam mendapatkan itu semua, Allah memberikan berbagai macam jenis rezeki. Hal itu sudah dijelaskan di dalam Al-Quran oleh Allah.

 

1. Rezeki karena sedekah

Allah akan memberikan balasan bagi hambanya yang gemar menyisihkan uangnya untuk bersedekah. Dijelaskan dalam Q.S.Al-Baqorah: 245,
"Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik maka Allah melipatgandakan ganti kepadanya dengan banyak. Allah menahan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan."

 

2.Rezeki yang telah dijamin Allah SWT

Semua rezeki itu sudah di atur oleh Allah. Kita sebagai hamba hanya harus tetap berusaha dan tetap bersyukur atas apa yang telah diberikan oleh Allah. Meskipun sekarang belum di limpahkan rezeki, bisa jadi suatu saat nanti akan dilimpahkan. Dalam hal ini Allah telah berfirman dalam Q.S.Hud: 6,
"Dan tidak satupun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Allah rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)."

 

3. Rezeki karena bersyukur

Mau seberapa pun yang kita dapatkan hari ini kita harus tetap bersyukur. Karena rasa bersyukur itu yang membuat rezeki kita tetap mengalir. Allah berfirman dalam Q.S.Al-Ibrahim: 7," Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”

 

4. Rezeki karena anak

Anak dan keluarga merupakan sumber kita mendapatkan rezeki. Karena mereka kita harus bekerja untuk menghidupi semuanya. Maka keluarga dan anak bukan lah beban melainkan sumber rezeki kita. Allah berfirman dalam Q.S.Al-Isra': 31,
"Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut miskin. Kamilah yang memberi rezeki kepada mereka dan kepadamu. Membunuh mereka itu sungguh suatu dosa yang besar."

 

5. Rezeki karena menikah

Menikah merupakan salah satu pintu untuk mendatangkan rezeki. Hal itu telah dijelaskan Allah dalam firman-nya di Q.S An-Nur: 32,
"Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui."

 

6. Rezeki karena berusaha

Untuk mendapatkan rezeki kita harus berusaha terlebih dulu, bisa dengan bekerja dan lain sebagainya. Dan berusaha nya harus dengan cara yang halal. Allah telah menjelaskannya dalan Q.S.An-Najm: 39,"dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya,"

 

7. Rezeki yang tak terduga

Siapa sih yang tahu rencana Allah? Tidak ada satupun manusia yang mengetahuinya. Maka jika kita dalam kesulitan maka percayalah bahwa Allah pasti akan membantu kita. Dalam Q.S.At-Talaq: 3, Allah telah berfirman, 

"Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu."

 

8. Rezeki karena istiqhfar

Perbanyak beristighfar disaat kesulitan dapat memberikan kita kemudahan dalam menyelesaikannya. Allah berfirman dalam Q.S.Nuh: 10-12 yang artinya, "Maka aku berkata (kepada mereka), "Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu, Sungguh, Dia Maha Pengampun (10), Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu (11), dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu." (12)

Semoga ilmu di atas tentang jenis rezeki bermanfaat. Jangan malas untuk selalu melakukan perbuatan baik, misalnya berbagi.

 

https://www.wujudaksinyata.org/news/8-jenis-rezeki-dalam-al-quran

Kamis, 06 Oktober 2022

DOA kelahiran anak

 Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Ada beberapa redaksi yang diajarkan para ulama terkait doa untuk orang tua yang baru dikaruniai anak. Ada yang diriwayatkan secara maqthu’ (sampai tabi’in) dan ada yang secara marfu’ (sampai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam).

Kita akan simak beberapa diantaranya,

Pertama, riwayat dari Hasan al-Bashri – ulama Tabi’in –,

Dari al-Haitsam bin Jammar, ada seseorang yang bertanya kepada Hasan al-Bashri, ‘Bolehkah menggunakan ucapan orang persia untuk doa ketika kelahiran anak?’

Jawab Hasan,

”Mengapa kau gunakan ucapan orang persia. Bisa jadi doanya,” Jadilah sapi atau himar”. Ucapkanlah,

بَارَكَ اللهُ لَكَ فِي المَوهُوبِ لَكَ , وَشَكَرْتَ الوَاهِبَ , وَبَلَغَ أَشُدَّهُ , وَرُزِقْتَ بِرَّهُ

Semoga Allah memberkahi anak yang dianugerahkan kepadamu, semoga kamu bisa mensyukuri Sang Pemberi (Allah), semoga cepat besar dan dewasa, dan engkau mendapatkan baktinya si anak.”

Keterangan:

Doa ini diriwayatkan Ali bin al-Ja’d dalam al-Musnad (hlm. 488). Sebagian ulama menilai sanadnya dhaif karena posisi al-Haitsam bin Jammar. Dia dinilai dhaif oleh Yahya bin Main. Imam Ahmad menyatakan, ’Tarakahu an-Nas’ (ditinggalkan umat). An-Nasai juga menilainya matruk. (Lisan al-Mizan, 8/352).

Hanya saja, mengingat inti dari doa untuk kelahiran anak adalah memohonkan keberkahan dan kebaikan untuk anak dan orang tuanya, maka tidak ada lafadz yang menjadi ketentuan khusus dalam hal ini. Karena itu para ulama, semacam an-Nawawi dalam al-Majmu’ (8/443), atau dalam al-Azkar (hlm. 289), dan Ibnu Qudamah dalam al-Mughni (9/464), mereka menganjurkan untuk memilih doa dari Hasan al-Bashri.

Keduariwayat dari Ayyub as-Sikhtiyani

Diriwayatkan dari Ayyub as-Sikhtiyani, bahwa beliau ketika mendengar kabar ada tetangga yang punya anak, beliau mendoakan,

جَعَلَهُ اللهُ مُبَارَكًا عَلَيكَ وَعَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ – صلى الله عليه وسلم –

“Semoga Allah menjadikannya anak yang diberkahi untukmu dan untuk umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Keterangan:

Doa ini diriwayatkan Ibnu Abi ad-Dunya dalam al-Iyal (no. 202), dari Khalid bin Khaddas dari Hammad bin Zaid.

Keterangan Ayyub ini juga dikuatkan dengan riwayat Thabrani dalam kitab ‘ad-Dua’ (no. 870) dari jalur Amr bin Rabi’, dari as-Siri bin Yahya, dari Hasan al-Bashri, bahwa ada salah satu muridnya yang anaknya lahir laki-laki.

Lalu dia mendoakan, ‘Semoga menjadi ahli menunggang kuda.’

Kata Hasan al-Bashri, ’Dari mana kamu tahu dia akan menjadi penunggang kuda? Bisa jadi dia menjadi tukang kayu atau penjahit.’

’Lalu apa yang harus kuucapkan?’ tanya orang itu.

Perintah Hasan, ”Bacalah,

جَعَلَهُ اللهُ مُبَارَكًا عَلَيكَ وَعَلَى أُمَّةِ مُحَمَّدٍ – صلى الله عليه وسلم –

“Semoga Allah menjadikannya anak yang diberkahi untukmu dan untuk umat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. 

Ketigariwayat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu

Hadis yang menceritakan pernikahan Ummu Sulaim dengan Abu Thalhah dengan syarat masuk islamnya Abu Thalhah. Hingga mereka dikaruniai seorang anak lelaki yang lincah dan sehat, yang membuat Abu Thalhah sangat mencintainya.

Qadarullah, anak ini meninggal ketika ayahnya sedang safar. Ketika pulang, Abu Thalhah langsung menanyakan tentang anaknya. Setelah Abul Thalhah ditenangkan istrinya, dihidangkan makanan, dan dilayani dengan baik, baru Ummu Sulaim menyampaikan, bahwa anaknya telah dipanggil yang punya (Allah).

Karena merasa resah, Abu Thalhah langsung mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan kejadiannya bersama Ummu Sulaim. Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan keberkahan untuk hubungan mereka. Hingga Ummu Sulaim melahirkan anak lelaki.

Beliau berpesan, jika tali pusarnya telah putus, jangan diberi makan apapun sampai dia diantarkan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di situlah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan tahnik, dan mendoakan,

بَارَكَ اللَّهُ لَكِ فِيهِ، وَجَعَلَهُ بَرًّا تَقِيًّا

“Semoga Allah memberkahi anak ini untukmu dan menjadikannya orang baik yang bertaqwa”.

Keterangan:

Hadis ini memiliki banyak redaksi. Sementara yang ada kutipan doa di atas, diriwayatkan oleh al-Bazzar dalam Musnadnya (no. 7310).

Sanadnya dinilai shahih oleh al-Haitsami. Dalam Majma’ az-Zawaid, beliau mengatakan,

رواه البزار ورجاله رجال الصحيح غير أحمد بن منصور الرمادي وهو ثقة

“Diriwayatkan al-Bazzar dan para perawinya adalah perawi kitab shahih, selain Ahmad bin Manshur ar-Ramadi, beliau perawi Tsiqqah.” (Majma’ az-Zawaid, 9/216)

Jika riwayat ini shahih, doa ini yang bisa kita rutinkan, karena ma’tsur (diriwayatkan) dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Allahu a’lam

—–
Penulis: Ustadz Ammi Nur Baits, BA.

Artikel www.muslimah.or.id



Baca selengkapnya https://muslimah.or.id/7189-macam-macam-doa-untuk-yang-baru-dikaruniai-anak.html

Senin, 20 Juni 2022

BEKAL yang harus dimilika

Untuk mencapai perfoma yang maksimal, atau kesuksesan seorang anak diharapakan mempunyai beberpa hal berikut :

PERTAMA, yaitu karakter atau akhkal mulia

karakter dibagi dua yanitu karakter morar dan karakter kinerja.KARAKTER MORAL contohnya : jujur, taqwa, sopan, iman, rendah hati. KARAKTER KNERJA : contohnya disiplin, rajin, tepat waktu, kerja keras, tangguh, ulet, tuntas.


KEDUA, yaitu memiliki kompetensi.

kompetensi yang dimiliki yaitu, kritis, kreatif, komunikatif dan kolaboratif


KETIGA, yaitu literasi / memiliki keterbukaan wawasan

literasi yang dikembangkan yiatu literasi budaya, teknologi dan keuangan

Kamis, 17 Maret 2022

Sintaks Model Discovery Learning Dalam Pembelajaran

 

Sintaks Model Discovery Learning Dalam Pembelajaran

Bertema – Sintaks Sintak model Discovery Learning Dalam Pembelajaran

Implementasi Kurikulum 2013 menurut Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Penggunaan 3 (tiga) model pembelajaran.

Model ketiga pembelajaran tersebut diharapkan dapat membentuk perilaku saintifik, sosial serta mengembangkan rasa keingintahuan.

Ketiga model tersebut adalah:

(1) model Pembelajaran Melalui Penyingkapan/Penemuan (Discovery/Inquiry Learning),

(2) model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL),

(3) model Pembelajaran Berbasis Proyek (PJBL).

 Namun selain itu ketiga model yang tercantum dalam Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016. guru juga diperbolehkan untuk mengembangkan pembelajaran di kelas dengan menggunakan model pembelajaran yang lain.

Misalnya Cooperative Learning yang memiliki berbagai metode seperti:

Ø  Jigsaw,

Ø  Numbered Head Together (NHT),

Ø  Make a Match,

Ø  Think-Pair-Share (TPS). 

dlldll

 Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan Sintaks Model Discovery Learning Dalam Pembelajaran.

Pembelajaran Penemuan Model Sintaks

Model pembelajaran penyingkapan/penemuan (Discovery/Inquiry Learning) adalah memahami konsep, arti, dan hubungan melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan.

Proses Discovery terjadi bila individu terlibat terutama dalam penggunaan proses mentalnya untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip.

Penemuan dilakukan melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, prediksi, dan inferensi. Proses di atas disebut proses kognitif.

Langkah kerja (sintak) model Discovery Learning dalam pembelajaran penyingkapan/ penemuan adalah sebagai berikut:

1) Pemberian rangsangan ( stimulasi );

2) Pernyataan/Identifikasi masalah ( problem statement );

3) Pengumpulan data ( pengumpulan data );

4) Pengolahan data ( data processing );.

5) Pembuktian ( verifikasi ); dan

6) Menarik simpulan/generalisasi ( generalisasi ).

 

 

Berdasarkan sintak tersebut, langkah-langkah pembelajaran discovery learning yang dapat dirancang oleh guru adalah sebagai berikut:

LANGKAH KERJA

AKTIVITAS GURU

AKTIVITAS PESERTA DIDIK

Memberikanrangsangan

Stimulasi )

Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan, menyarankan membaca buku, dan aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah.

·         Peserta didik dihadapkan pada sesuatu yang menimbulkan kebingungannya, kemudian dilanjutkan untuk tidak memberi generalisasi, agar timbul keinginan untuk memulai sendiri.

·         Stimulasi pada fase ini bekerja untuk menyediakan kondisi interaksi belajar yang dapat mengembangkan dan membantu peserta didik dalam mengeksplorasi bahan.

Pernyataan/Identifikasi masalah

Pernyataan Masalah )

Guru memberi kesempatankepada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin agenda-agenda

masalah yang relevan dengan bahan pelajaran, kemudian salah satunya dipilih dan dirumuskan dalam bentuk

hipotesis (jawaban sementara atas pertanyaan masalah).

Masalah yang dipilih itu selanjutnya harus dirumuskan dalam bentuk pertanyaan, atau hipotesis, yakni pernyataan sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan.

Pengumpulan data

Pengumpulan Data )

Ketika eksplorasi berlangsungguru juga memberi kesempatan kepada para peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang relevan sebanyak-banyaknya untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis.

Tahap ini berfungsi untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar tidaknya hipotesis.

Dengan demikian peserta didik diberi kesempatan untuk mengumpulkan ( collection )

berbagai informasi yang relevan, membaca literatur, mengamati objek, wawancara dengan nara sumber, melakukan uji coba sendiri dan sebagainya.

Pengolahan data ( Data Processing )

Guru melakukan bimbingan saat peserta didik melakukan pengolahan data.

Pengolahan data merupakan kegiatan dan informasi baik melalui wawancara, observasi, dan sebagainya, lalu mengolah.Semua hasil bacaan, wawancara, observasi, dan sebagainya, semuanya diolah, diacak, klasifikasi, ditabulasi, bahkan bila perlu dihitung dengan cara tertentu serta mencari pada tingkat kepercayaan tertentu.

pembuktian

Verifikasi )

Verifikasi bertujuan agarproses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan, atau pemahaman melalui contoh-contoh yang ia jumpai dalam kehidupannya.

Peserta didik melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan sebelumnyadengan alternatif alternatif, melihat hasil pengolahan data.

Menarik simpulan/generalisasi

Generalisasi )

Proses menarik sebuahkesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama, dengan memperhatikan hasil pengungkit.

Berdasarkan hasil pengembangan maka dirumuskan prinsip-prinsip yang digeneralisasikan.

 

Demikian Sintaks Model Discovery Learning Dalam Pembelajaran, semoga bermanfaat.

Sumber : https://bertema.com/sintaks-model-discovery-learning