Pernahkan kita pergi ke pasar untuk membeli ikan (melihat).
Jangan salah pilih, pilihlah yang terbaik! Bahwa ikan itu akan membusuk mulai
dari kepalanya bukan dari ekornya. Mengapa? Carilah ibrah sendiri-sendiri. Kita
dapat menemukan jawabnya masing-masing.
Dalam sebuah organisasi baik itu kecil atau besar, misalnya
rumah tangga, organisasi kemasyarakatan atau organisasi binis kita (tempat kita
bekerja) tak kan dilepaskan dari tujuan hijrah itu sendiri (dapat kita
katakan hijrah disini adalah selalu meningkat prestasinya). Kesemuanya itu dapat dibangun dari berbagai
hal yang mendukung KOMPETENSI UNTUK BERHIJRAH. Di rumah tangga
seorang ayah seharusnya dapat menjadi
semangat untuk senantiasa membangun
kasih sayang mengantarkannya pada aktifitas sehari-hari menuju harapan /
cita-cita rumah tangga itu sendiri. Dalam masyarakat luas tentunya hijrah
(tujuan / keinginan) akan banyak memiliki berbagai kerumitan. Karena banyak
ragam yang menjadi penyebabnya. Misalnya cara pandang, tingkat pendidikan,
profesi, daya dukung materi, kepentingan individu /kelompok dan masih banyak
permasalahan sosial yang ada di masyarakat. Lain lagi dengan organisasi (tempat
kita bekerja), seharusnya akan berhijrah dengan mudah dikarenakan adanya
visi yang sama, tingkat pendidikan yang sama, juga kepentingan bersama, dengan
hasil akhir yang seharusnya sama (?) .
Ada tiga hal yang dapat kita pahamkan berkaitan kompetensi
untuk berhijrah. Yaitu visi bersama, nilai-nilai bersama dan budaya untuk
saling percaya.
- · Visi bersama: bahwa setiap orang dalam organisai akan menuju tujuan yang sama. Tanpa kesadaran akan pentingnya kesamaan visi, maka yang terjadi hanyalah menjadikan posisi jabatan untuk kepentingan pemenuhan ego pribadi atau ego kelompoknya.
- · Nilai bersama: bahwa setiap orang membuat keputusan dengan konsisten pada organisasi tentang nilai apa yang terpenting. Tanpa kejelasan nilai yang menjadi landasan perilaku, maka setiap orang dalam organisasi akan membuat acuan masing- masing sesuai selera dan pangalaman. Pada akhirnya hal itu akan menimbulkan kebingungan akibat ketidakjelasan nilai.
- · Budaya ‘ trust ‘ adalah hal yang sangat penting untuk meningkatkan ketetapatan dan kecepatan dalam pengambilan keputusan, dan membangun kesatuan dalam tim. Kepercayaan menumbuhkan akuntabilitas, pemberdayaan dan distribusi pengambilan keputusan, serta merupakan dasar dalam membangun hubungan yang kuat dengan semua stakeholder.
Ingat tidak akan
pernah ada ikan mati busuk dari ekornya !. Sebuah organisasi akan dapat
berhjirah dengan baik bila lokomotif dapat mengantarkan gerbong ke tempat
tujuan yang sudah ditetapkan. Ketiga hal tersebut yaitu visi
bersama, nilai bersama dan budaya trust sesungguhnya adalah landasan utama pembangunan The
Dream Team, dan hal itu bisa
diciptakan secara terukur dengan mekanisme dan fasilitasi yang tepat sehingga
melahirkan Leaders Commitment sebagai starting point menuju terciptanya
sebuah organisasi (selalu berhijrah) berkinerja tinggi.
Nah. Apakah kita akan
membeli ikan yang sudah busuk kepalanya, sehingga kita tinggal menunggu busuk badannya
sampai ekornya!!!


Tidak ada komentar:
Posting Komentar