Kamis, 15 November 2012

kompetensi untuk hiJrah

Manusia dalam kehidupannya secara fitrah akan selalu mencari yang terbaik! Entah itu untuk diri pribadi, keluarganya atau timnya (organisasi). Kata hijrah dapat kita maknai berbagai ragam pengertian atau kepentingan tergantung kontek yang kita harapkan. Hijrah dapat diartikan berarti berpindah, yaitu berpindah dari suatu tempat ke tempat lain menuju yang lebih baik. Atau memilih yang terbaik dari yang ada. Atau menempatkan diri kita atau memposisikan kita sebagai yang terbaik untuk memproleh tujuan hijrah. Misalnya dapat jadi teladan, bekerja sesuai yang telah ditargetkan, segera mengatasi masalah yang muncul, membangun komunikasi untuk memberikan semangat / motivasi bagi siapa yang kita jumpai. Sehingga dapat mendukung tujuan hijrah.
Pernahkan kita pergi ke pasar untuk membeli ikan (melihat). Jangan salah pilih, pilihlah yang terbaik! Bahwa ikan itu akan membusuk mulai dari kepalanya bukan dari ekornya. Mengapa? Carilah ibrah sendiri-sendiri. Kita dapat menemukan jawabnya masing-masing.
Dalam sebuah organisasi baik itu kecil atau besar, misalnya rumah tangga, organisasi kemasyarakatan atau organisasi binis kita (tempat kita bekerja) tak kan dilepaskan dari tujuan hijrah itu sendiri (dapat kita katakan hijrah disini adalah selalu meningkat prestasinya).  Kesemuanya itu dapat dibangun dari berbagai hal yang mendukung KOMPETENSI UNTUK BERHIJRAH. Di rumah tangga seorang ayah seharusnya dapat menjadi  semangat  untuk senantiasa membangun kasih sayang mengantarkannya pada aktifitas sehari-hari menuju harapan / cita-cita rumah tangga itu sendiri. Dalam masyarakat luas tentunya hijrah (tujuan / keinginan) akan banyak memiliki berbagai kerumitan. Karena banyak ragam yang menjadi penyebabnya. Misalnya cara pandang, tingkat pendidikan, profesi, daya dukung materi, kepentingan individu /kelompok dan masih banyak permasalahan sosial yang ada di masyarakat. Lain lagi dengan organisasi (tempat kita bekerja), seharusnya akan berhijrah dengan mudah dikarenakan adanya visi yang sama, tingkat pendidikan yang sama, juga kepentingan bersama, dengan hasil akhir yang seharusnya sama (?) .
Ada tiga hal yang dapat kita pahamkan berkaitan kompetensi untuk berhijrah. Yaitu visi bersama, nilai-nilai bersama dan budaya untuk saling percaya.
  • ·         Visi bersama: bahwa setiap orang  dalam organisai akan menuju tujuan yang sama. Tanpa kesadaran akan pentingnya kesamaan visi, maka yang terjadi hanyalah menjadikan posisi jabatan untuk kepentingan pemenuhan ego pribadi atau ego kelompoknya. 
  • ·         Nilai bersama: bahwa setiap orang membuat keputusan dengan konsisten pada organisasi tentang nilai apa yang terpenting. Tanpa kejelasan nilai yang menjadi landasan perilaku, maka setiap orang dalam organisasi akan membuat acuan masing- masing sesuai selera dan pangalaman. Pada akhirnya hal itu akan menimbulkan kebingungan akibat ketidakjelasan nilai. 
  • ·         Budaya ‘ trust ‘  adalah hal yang sangat penting untuk meningkatkan ketetapatan dan kecepatan dalam pengambilan keputusan, dan membangun kesatuan dalam tim. Kepercayaan menumbuhkan akuntabilitas, pemberdayaan dan distribusi pengambilan keputusan, serta merupakan dasar dalam membangun hubungan yang kuat dengan semua stakeholder.


Ingat tidak akan pernah ada ikan mati busuk dari ekornya !. Sebuah organisasi akan dapat berhjirah dengan baik bila lokomotif dapat mengantarkan gerbong ke tempat tujuan yang sudah ditetapkan. Ketiga hal tersebut yaitu visi bersama, nilai bersama dan budaya trust sesungguhnya adalah landasan utama pembangunan The Dream Team, dan hal itu bisa diciptakan secara terukur dengan mekanisme dan fasilitasi yang tepat sehingga melahirkan Leaders Commitment sebagai starting point menuju terciptanya sebuah organisasi (selalu berhijrah) berkinerja tinggi.
Nah. Apakah kita akan membeli ikan yang sudah busuk kepalanya, sehingga kita tinggal menunggu busuk badannya sampai ekornya!!!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar