Bergerak
dan menggerakan [kompetensi diri]. Itulah
dinamisasi makhluk (yang) hidup. Manusia sebagai makluk yang telah
disempurnakan Sang Pencipta tentu punya gerakan-gerakan yang lebih
dibandikan dengan makluk yang lainnya. Coba perhatikan burungpun
ketika matahari sudah mulai bersinar
ditimur, mereka sudah siap-siap bergerak (pergi) untuk memenuhi hajat mencari
makan keluar dari sarang. Ketika matahari sudah mulai surut, burungpun
menyambutnya dengan menari dilangit berputar-putar dilangit pada sore hari,
sebelum masuk sarangnya dengan perut yang yang sudah dipenuhi makanan yang
mereka pilih atau sukai pada hari itu. Itulah kompetensi diri burung.
Kita
sebagai manusia seharusnya menjemput rizkinya sesuai yang kita butuhkan (diinginkan
dan terbaik). Hari ini mau apa, dimana, mengapa, berapa? Itu tentu
tergantung kita. Asal kompetensi diri kita mampu pasti
terpenuhi. Misalkan dengan perkembangan zaman seperti ini di berikan
pilihan alat komunikasi android, black
berry teknologi, hp nokia,
kira kira mana yang suka. Tentu
tiap orang akan menempatkan kompetensi diri dalam memilihnya. Untuk apa kita pilih
android, tapi hanya untuk telpon saja. Kita pilih black berry tapi gak pernah
punya komunitas. Kita punya nokia tapi hanya buat sms, karena takut pulsana habis untuk telpon. Ya semua memiliki pilihan (kita
memilih, karena kita hidup).
Kira
–kira untuk menunjang kompetensi diri , apakah kita masih senang orang datang pada kita kemudian
memberikan secarik kertas tulisan tangan untuk kemudian kita disuruh memahami,
atau suruh orang lain telpon untuk mengutarakan maksud, atau suruh orang lain
meng Emailnya ditunjang beberapa data? Itu juga tergantung bagamana kita MENEMPATKAN KOMPETENSI DIRI KITA. Mau yang mudah dan murah serta lama waktunya atau mahal
tapi hemat waktu. Atau malah punya motto : ngapain dipermudah lha wong ada
yang lebih sulit? Ngapai cepat-cepat lha lama aja ngak papa !
Mari
kita bercermin dengan binatang yang juga punya kompetensi diri :
Manusia makhluk sempurna,
dibandingkan yang lainnya sekalipun malaikat. Kedudukanya bahkan lebih mulia
dibandingkan malaikat sekalipun. Kesempurnaan kompetensi diri manusia terletak = kesempurnaan akal+ hati + hawa
nafsu.
ôôs)s9 $uZø)n=y{ z`»|¡SM}$# þÎû Ç`|¡ômr& 5OÈqø)s? ÇÍÈ
4. Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia
dalam bentuk yang sebaik-baiknya .
Dapatkah kita belajar dari kompetensi
diri binatang ?
Binatang adalah makhluk Allah dengan ragam dan jenisnya,
tentu tidaklah Allah ciptakan dengan sia-sia,
melainkan memiliki hikmah dari penciptaan.
tûïÏ%©!$# tbrãä.õt ©!$# $VJ»uÏ% #Yqãèè%ur 4n?tãur öNÎgÎ/qãZã_ tbrã¤6xÿtGtur Îû È,ù=yz ÏNºuq»uK¡¡9$# ÇÚöF{$#ur $uZ/u $tB |Mø)n=yz #x»yd WxÏÜ»t/ y7oY»ysö6ß $oYÉ)sù z>#xtã Í$¨Z9$# ÇÊÒÊÈ
191. (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah
sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan
tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami,
tiadalah Engkau menciptakan Ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, Maka
peliharalah kami dari siksa neraka.
ALLAH
mengabadikan beberapa binatang menjadi
nama surat
1.
An Naml Semut
2.
An Nahl Lebah
3.
Al Ankabut Laba-laba
4.
Al baqoroh Sapi betina
5.
Al Fiil Gajah
SEMUT :=
Tipe
pekerja keras dan ulet (akan bekerja terus, sampai terpenuhinya kebutuhan)
Suka
membantu dan menolong /bergotong royong sesama
Memiliki
ruang temapat tinggal yg teratur (ruang ratu, ruang makan, ruang t tidur, ruang
tempat buang sampah)
Gemar
menabung( memenuhi tabungan makan untuk besok hari, ketika paceklik). De el el
LEBAH=
Dibagi
menjadi lebah ratu, tentara dan pekerja ( manusia harus berperan sebagai
fungsi)
Lebih
pekerja selalu mencari makanan yang baik /selektif ( manusia harus cari rizki
yg halal dan baik)
Memberi
manfaat yang baik yaitu madu dan sengat /kesehatan (sebaik manusia bermanfaat
bagi diri dan lainya). Coba cari lagi....
LABA-LABA=
Rumah yg
paling rapuh adalah rumah laba 2 ( rumah yg tdk ditegakan dg tauhid fondasinya
lemah dan rapuh)
Orang yg
mencari perlindungan selain ALLAH, maka dirinya lemah dan rapuh dihadapan ALLAH).
Dan lainnya....buktikan
SAPI
BETINA =
Pada
umumnya sifatnya bodoh, tidak tahu baik dan buruk, tidak paham kebenaran
Tidak puas
dengan apa yg ada pada dirinya, milik orang lain pun di makan /sikat
Berperilaku
kotor dan jorok (tidak paham sikap hidup sehat dan bersih, maka tinggalakn
sikap bodoh rakus dan jorok). Lihat masih banyak lainya...
GAJAH=
Sebagai
binatang penghalang, karena tubuhnya besar
Pemalas
dan banyak makan (kita tidak boleh menjadi penghalang kesuksesan dan kebenaran
diri maupun orang lain). Ayo... cari
contoh lainya
Tujuan
hidup manusia bukan untuk makan, melaikan makan untuk hidup.
Manusia
hidup adalah dinamis. Dinamis menyesuaikan zaman.
Menyesuaikan
zaman = menempatkan KOMPETENSI DIRI





