Selasa, 27 Mei 2014

RENCANA PEMBELAJARAN

Pembentukan pengetahuan
Ujian nasional bukan sekedar uji pengetahuan, tapi harus siap secara mental untuk di uji siapa saja.   Yaitu dengan proses internalisasi melalui interaksi sosial antar siswa dan guru. Struktur mental dibangun melalui asimilasi atau akomodasi secara individual. Apabila siswa dapat menguasai pokok bidang ilmu seperti matematika (numerik) (membangun kekuatan numerik, bberapa sekolah melakukan matrikulasi untuk membangun kompetensi numeric), ilmu alam (logika) sebagai basis pengetahuan alam, dipelajari untuk menjaga alam. Dengan melihat tanda-tanda yang telah diberikan alam. Misalnya arah dumalam hari dengan melihat bintang dilangit. Ilmu sosial (bahasa) terutama ilmu-ilmuu yang berkaitan dengan komunikasi, yaitu bagaimana anak dapat berbahasa. Dari semua ilmu itu akan mempunyai tujuan dan dampak, sehingga disusunlah intruksional. Terdiri sintaksi, sistem sosial, prinsisp reaksi dan sistem pendukung. Kemudian dapatb dibawa keskolahan deng berbagai model pembelajaran. Untuk mendukung hal tersebuat Guru harus menguasai landasan  teoritik, dampak intruksional dan pengiring, perilaku mengajar guru, lingkungan belajar.
Perilaku mengajar guru : toleransi terhadap keberagaman, merancang masalah autentik, Memberi scafholdinng, fasilitator, motivator mediator pemecahan masalah, mendoroang kelompok beajar berbasis inquiri.

Lingkungan belajar : flexibel, demokrasi, sumber belajar memadai, fasilitas yang cukup memadai

PENDEKATAN SAINTIFIK
Perinsip-prinya :
1.       Pembelajran berpusat pada siswa
2.       Pembelajran membentuk student self concept
3.       Menghindari verbalisme
4.       Memberi kesempatan
5.       Meningkatkan motivasi belajar siswa dan motivasi mengajar guru
6.       Melatih kemampuan dalam komunikasi
7.       Adanya validasi terhadap konsep, hukum dan konsep yang dikontruksi siswa dalam struktur konitif

Learning  : Metode ,Model dan strategi

Model pembelajaran : PBL, PJ BL DBL

Langkah-langkah: mengamati,menanya, menalar, mencoba dan membentuk jejaring (aktivitas ilmiah)

Lima pemgalaman belajar :
1.       Mengamati > membaca, mendengar, menyimak, melihat (pakai atau tanpaalat)
2.       Menanya     > menanya apa yag tidak mengerti dari yang diamati
3.       Mengumpulkan informasi >melakukan eksperimen, membaca sumber lainselain buku teks, mengamati objek /kejadian, aktivitas, wawancara dengan nara sumber.
4.       Mengasosiasi > mengolah informasi , didasarkan mencari solusi dari berbagai pendapat
5.       Mengkomunikasikan > menyaipkan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan analisis secara tulisan maupun lisan.

TEKNIK PENILAIAN
Penilian proses
Penilaian prodeuk

Penilaian sikap

Senin, 05 Mei 2014

Bahagia di usia senja
Batasan usia kronologis
Setelah remaja :
21 – 35 tahun     : dewasa awal
35 – 55 tahun     : dewasa madya
55 - 65 tahun      : dewasa akhir
65 – ke atas        : masa tua



     MANUSIA : Fisik/ bologis, Psikologis, Sosial, Seksual dan Intelektual

Proses menjadi tua :
 






Ket :
G : faktor genetik / pembawaan
L  :  faktor lingkungan

Yang mengalami kemunduran pada lansia :
Jaringan otak, Paru-paru, Jantung, Alat pencernaan, Tulang, Kulit, kemunduran panca indara, testesteron / estrogen berkurang

Tugas perkembangan Lanjut usia :
1.       Klimakterium
2.       Menopause
3.       Menjadi Invalid
4.       Sakit Kronis
5.       Menjadi Dementia (pikun)
6.       Kesepian
7.       Keterbatasan
8.       Perlambatan
9.       Empty sindrom (sangkar kosong)
10.   Pensiun
11.   Pisah dengan suami / istri
12.   Pindah tempat
13.   Masuk panti

Sumber stres pada manusia :
1.       Perubahan lingkungan baru
2.       Pengelolaan keuangan
3.       Jabatan / kekuasaan
4.       Aktivitas
5.       Fasilitas
6.       Sakit dihari tua
7.       Masa depan
8.       Status kerja istri
Stress
Reaksi fisiologik yang terjadi ketika seseorang merasakan ketidakseimbangan, antara tingkat tuntutan lingkungan dengan kapasitas untuk mengatasi tuntuta tersebut.

Keluhan fisik :
Kulit, perut, pernafasan, sistem otot, reproduksi, rambut, sistem kardiovaskuler

Reaksi emosional :
Marah, Cemas, Merasa tidak berdaya / depresi, suasana hati mudah berubah, menarik diri dari orang lain


PENGELOLAAN STRES
Olahraga, latihan pernafasan, relaksasi, pengembangan hobi, meditasi, tidur / istirahat cukup, pengelolaan waktu dengan baik (disiplin), alihkan kekesalan menjadi aktifitas, fisik, makanan bergizi, ambil cuti / liburan untuk rekreasi, cari bantuan teman yang dapat di ercaya.

Manusia tidak sempurna:
Optimis      >< pesimis
Optimis sehat mental

Kriteria sehat :
 Mengenal dirinya sendiri, kelebihan kekurangan
Pemahaman diri dan kekurangan diri
Mempunyai harga diri
Mampu mengendalikan diri dan mengembangkan diri
Punya niat untuk berhubungan dengan orang lain, secara interpersonal maupun sosial