Kamis, 17 Maret 2022

Sintaks Model Discovery Learning Dalam Pembelajaran

 

Sintaks Model Discovery Learning Dalam Pembelajaran

Bertema – Sintaks Sintak model Discovery Learning Dalam Pembelajaran

Implementasi Kurikulum 2013 menurut Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses Penggunaan 3 (tiga) model pembelajaran.

Model ketiga pembelajaran tersebut diharapkan dapat membentuk perilaku saintifik, sosial serta mengembangkan rasa keingintahuan.

Ketiga model tersebut adalah:

(1) model Pembelajaran Melalui Penyingkapan/Penemuan (Discovery/Inquiry Learning),

(2) model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL),

(3) model Pembelajaran Berbasis Proyek (PJBL).

 Namun selain itu ketiga model yang tercantum dalam Permendikbud Nomor 22 Tahun 2016. guru juga diperbolehkan untuk mengembangkan pembelajaran di kelas dengan menggunakan model pembelajaran yang lain.

Misalnya Cooperative Learning yang memiliki berbagai metode seperti:

Ø  Jigsaw,

Ø  Numbered Head Together (NHT),

Ø  Make a Match,

Ø  Think-Pair-Share (TPS). 

dlldll

 Pada kesempatan kali ini admin akan membagikan Sintaks Model Discovery Learning Dalam Pembelajaran.

Pembelajaran Penemuan Model Sintaks

Model pembelajaran penyingkapan/penemuan (Discovery/Inquiry Learning) adalah memahami konsep, arti, dan hubungan melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai kepada suatu kesimpulan.

Proses Discovery terjadi bila individu terlibat terutama dalam penggunaan proses mentalnya untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip.

Penemuan dilakukan melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, prediksi, dan inferensi. Proses di atas disebut proses kognitif.

Langkah kerja (sintak) model Discovery Learning dalam pembelajaran penyingkapan/ penemuan adalah sebagai berikut:

1) Pemberian rangsangan ( stimulasi );

2) Pernyataan/Identifikasi masalah ( problem statement );

3) Pengumpulan data ( pengumpulan data );

4) Pengolahan data ( data processing );.

5) Pembuktian ( verifikasi ); dan

6) Menarik simpulan/generalisasi ( generalisasi ).

 

 

Berdasarkan sintak tersebut, langkah-langkah pembelajaran discovery learning yang dapat dirancang oleh guru adalah sebagai berikut:

LANGKAH KERJA

AKTIVITAS GURU

AKTIVITAS PESERTA DIDIK

Memberikanrangsangan

Stimulasi )

Guru memulai kegiatan pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan, menyarankan membaca buku, dan aktivitas belajar lainnya yang mengarah pada persiapan pemecahan masalah.

·         Peserta didik dihadapkan pada sesuatu yang menimbulkan kebingungannya, kemudian dilanjutkan untuk tidak memberi generalisasi, agar timbul keinginan untuk memulai sendiri.

·         Stimulasi pada fase ini bekerja untuk menyediakan kondisi interaksi belajar yang dapat mengembangkan dan membantu peserta didik dalam mengeksplorasi bahan.

Pernyataan/Identifikasi masalah

Pernyataan Masalah )

Guru memberi kesempatankepada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin agenda-agenda

masalah yang relevan dengan bahan pelajaran, kemudian salah satunya dipilih dan dirumuskan dalam bentuk

hipotesis (jawaban sementara atas pertanyaan masalah).

Masalah yang dipilih itu selanjutnya harus dirumuskan dalam bentuk pertanyaan, atau hipotesis, yakni pernyataan sebagai jawaban atas pertanyaan yang diajukan.

Pengumpulan data

Pengumpulan Data )

Ketika eksplorasi berlangsungguru juga memberi kesempatan kepada para peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang relevan sebanyak-banyaknya untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis.

Tahap ini berfungsi untuk menjawab pertanyaan atau membuktikan benar tidaknya hipotesis.

Dengan demikian peserta didik diberi kesempatan untuk mengumpulkan ( collection )

berbagai informasi yang relevan, membaca literatur, mengamati objek, wawancara dengan nara sumber, melakukan uji coba sendiri dan sebagainya.

Pengolahan data ( Data Processing )

Guru melakukan bimbingan saat peserta didik melakukan pengolahan data.

Pengolahan data merupakan kegiatan dan informasi baik melalui wawancara, observasi, dan sebagainya, lalu mengolah.Semua hasil bacaan, wawancara, observasi, dan sebagainya, semuanya diolah, diacak, klasifikasi, ditabulasi, bahkan bila perlu dihitung dengan cara tertentu serta mencari pada tingkat kepercayaan tertentu.

pembuktian

Verifikasi )

Verifikasi bertujuan agarproses belajar akan berjalan dengan baik dan kreatif jika guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan, atau pemahaman melalui contoh-contoh yang ia jumpai dalam kehidupannya.

Peserta didik melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan sebelumnyadengan alternatif alternatif, melihat hasil pengolahan data.

Menarik simpulan/generalisasi

Generalisasi )

Proses menarik sebuahkesimpulan yang dapat dijadikan prinsip umum dan berlaku untuk semua kejadian atau masalah yang sama, dengan memperhatikan hasil pengungkit.

Berdasarkan hasil pengembangan maka dirumuskan prinsip-prinsip yang digeneralisasikan.

 

Demikian Sintaks Model Discovery Learning Dalam Pembelajaran, semoga bermanfaat.

Sumber : https://bertema.com/sintaks-model-discovery-learning