Bulan Hijriah adalah bulan yang digunakan dalam kalender Islam, yang
berdasarkan pada perputaran bulan mengelilingi bumi. Kalender Hijriah dimulai
sejak tahun 622 Masehi, ketika Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah.
Ada 12 bulan dalam kalender Hijriah, yang masing-masing memiliki nama dan arti
tersendiri. Berikut adalah nama-nama bulan Hijriah dan artinya:
1. Muharram (محرم)
Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah, dan termasuk dalam
bulan-bulan suci. Nama Muharram berasal dari kata haram, yang berarti
terlarang. Hal ini karena orang Arab jahiliyah mengharamkan peperangan di bulan
ini. Di bulan Muharram, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal shalih,
seperti puasa sunnah Asyura pada tanggal 10 Muharram, yang dapat menghapus dosa
tahun lalu.
2. Shafar (صفر)
Shafar adalah bulan kedua dalam kalender Hijriah. Nama Shafar berasal
dari kata shifr, yang berarti kosong atau pergi. Hal ini karena pada bulan ini,
perkampungan Arab menjadi kosong dari penduduknya, karena mereka keluar untuk
perang atau perjalanan¹. Ada juga yang mengatakan bahwa bulan Shafar merupakan
bulan yang penuh malapetaka, tetapi ini adalah kepercayaan jahiliyah yang tidak
benar.
3. Rabiul Awwal (ربيع الأول)
Rabiul Awwal adalah bulan ketiga dalam kalender Hijriah. Nama Rabiul
Awwal berasal dari kata rabi, yang berarti semi atau musim bunga. Hal ini
karena pada saat penamaan bulan ini, bertepatan dengan musim semi di Arab.
Bulan Rabiul Awwal juga merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang
dirayakan oleh sebagian umat Islam sebagai maulid.
4. Rabiul Akhir (ربيع الآخر) atau Rabiul Tsani (ربيع الثاني)
Rabiul Akhir atau Rabiul Tsani adalah bulan keempat dalam kalender
Hijriah. Nama Rabiul Akhir atau Rabiul Tsani juga berasal dari kata rabi, yang
berarti semi atau musim bunga. Hal ini karena pada saat penamaan bulan ini,
masih bertepatan dengan musim semi di Arab. Bulan ini juga disebut sebagai masa
kembalinya kaum yang merantau dari perang atau perjalanan.
5. Jumadil Awwal (جمادى الأول) atau Jumadil Ula (جمادى الأولى)
Jumadil Awwal atau Jumadil Ula adalah bulan kelima dalam kalender
Hijriah. Nama Jumadil Awwal atau Jumadil Ula berasal dari kata jumad, yang
berarti membeku. Hal ini karena pada saat penamaan bulan ini, jatuh pada musim
dingin, di mana air membeku. Sebelum masa Islam, bulan ini dinamakan Jumadi
Khomsah.
6. Jumadil Akhir (جمادى الآخر) atau Jumadil Tsani (جمادى الثانية)
Jumadil Akhir atau Jumadil Tsani adalah bulan keenam dalam kalender
Hijriah. Nama Jumadil Akhir atau Jumadil Tsani juga berasal dari kata jumad,
yang berarti membeku. Hal ini karena pada saat penamaan bulan ini, masih jatuh
pada musim dingin. Sebelum masa Islam bulan ini dinamakan Jumadi Sittah.
7. Rajab (رجب)
Rajab adalah bulan ketujuh dalam kalender Hijriah, dan termasuk dalam
bulan-bulan suci. Nama Rajab berasal dari kata rajaba, yang berarti menghormati
atau mengagungkan. Hal ini karena pada bulan ini, orang Arab jahiliyah
melepaskan tombak dari besi tajamnya untuk menahan diri dari peperangan. Bulan
Rajab juga disebut sebagai bulan istighfar, di mana umat Islam dianjurkan untuk
memohon ampun kepada Allah SWT.
8. Sya’ban (شعبان)
Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriah. Nama Sya’ban
berasal dari kata sha’ba, yang berarti bercabang atau berpencar. Hal ini karena
pada bulan ini, orang Arab jahiliyah berpencar ke berbagai tempat untuk mencari
air. Bulan Sya’ban juga merupakan bulan persiapan untuk menyambut bulan
Ramadhan. Di bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah,
terutama pada tanggal 15 Sya’ban yang disebut sebagai Nisfu Sya’ban.
9. Ramadhan (رمضان)
Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriah, dan merupakan
bulan yang paling mulia dan penuh berkah. Nama Ramadhan berasal dari kata
ramdha, yang berarti panas yang menyengat atau membakar. Hal ini karena pada
saat penamaan bulan ini, matahari di Arab sangat panas dan menyengat. Bulan
Ramadhan adalah bulan puasa bagi umat Islam, di mana mereka wajib menahan diri
dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga
terbenam matahari. Di bulan ini juga terdapat malam Lailatul Qadar, yaitu malam
yang lebih baik dari seribu bulan.
10. Syawwal (شوال)
Syawwal adalah bulan kesepuluh dalam kalender Hijriah. Nama Syawwal
berasal dari kata shala, yang berarti mengangkat atau meninggalkan. Hal ini
karena pada bulan ini, unta betina kekurangan air susu. Bulan Syawwal adalah
bulan kemenangan bagi umat Islam setelah menyelesaikan ibadah puasa di bulan
Ramadhan. Di bulan ini juga terdapat hari raya Idul Fitri, yaitu hari yang
penuh suka cita dan saling memaafkan.
11. Dzulqo’dah (ذو القعدة)
Dzulqo’dah adalah bulan kesebelas dalam kalender Hijriah, dan termasuk
dalam bulan-bulan suci. Nama Dzulqo’dah berasal dari kata qa’ada, yang berarti
duduk atau tidak berangkat. Hal ini karena pada bulan ini, orang Arab jahiliyah
duduk dan tidak berangkat untuk perang, karena bulan ini termasuk bulan haram
yang tidak boleh perang. Bulan Dzulqo’dah juga merupakan bulan istirahat bagi
umat Islam sebelum melaksanakan ibadah haji di bulan berikutnya.
12. Dzulhijjah (ذو الحجة)
Dzulhijjah adalah bulan kedua belas dan terakhir dalam kalender Hijriah,
dan merupakan bulan yang paling agung dan penuh kebaikan. Nama Dzulhijjah
berasal dari kata hajj, yang berarti haji atau berkunjung. Hal ini karena pada
bulan ini, umat Islam dari seluruh dunia berkumpul di tanah suci Mekkah untuk
melaksanakan ibadah haji. Bulan Dzulhijjah juga merupakan bulan pengorbanan
bagi umat Islam, di mana mereka melaksanakan ibadah qurban pada tanggal 10
Dzulhijjah, yang disebut sebagai hari raya Idul Adha.
Demikianlah nama-nama bulan Hijriah dan artinya. Semoga artikel ini
bermanfaat dan menambah wawasan kita tentang kalender Islam. Aamiin.
Sumber : https://an-nur.ac.id/nama-nama-bulan-hijriah-dan-artinya/#