Indikator kesuksesan memang berbeda. Kebanyakan orang mengatakan sukses bila telah
mempunyai harta yang banyak. Hal ini memang tidak pernah dipungkiri, bila
manusia punya banyak harta pasti semuanya akan terpenuhi {terbeli}.
Tiap orang telah menetapkan
tujuan dalam hidupnya, termasuk tahapan cara
meraih, kapan harus diraih, dan
kapan menikmatinya. Untuk mencapai
sebuah harapan yang masih diangan-angan , harus dikuatkan dengan tujuan yang
pasti dan nyata dicapai. Kemudian
tahapan –tahapan itu dilakukan dengan mengerahkan semua sumber yang berdaya untuk
memenuhi tujuan yang telah di tetapkan. Yaitu didukung dengan menambah kompetensi yang ada, atau meminta orang lain untuk meng UP gradekan kompetensi.
Dilingkungan kita ada orang yang biasa-biasa saja tapi dapat luar
biasa, tapi ada juga orang yang luar biasa tapi dalam hidupnya biasa-biasa saja.
Kira-kira pilih yang mana ? Semua tentu luar biasa. Tiap orang pasti akan
sukses dalam segala hal yang di ingini. Misalnya sukses berkarir, sukses dalam berkeluarga,
sukses dalam bermasyarakat dan
sukses dalam akhirnya [khusnul
khotimah]. Sukses dalam berkarir, yaitu bila dalam keseharianya dapat
menikmati pekerjaan yang ditekuni,
semakin hari-semakin meningkat kompetensi ilmunya dan tentu semakin hebat
dampaknya. Sukses dalam berkeluarga tentunya dapat dipahami dengan tahapan yang
ada sesuai kurun waktu. Kalau dulu masih sendiri dan belum bersuami atau
beristri dan sekarang sudah terpenuhi
sehingga berdua punya rumah, itu juga dapat dikatakan sukses. Ketika sudah
berkeluarga bertahun-tahun tapi belum
dikaruniai putra, apakah ini belum sukses ? Ya ini relatif tergantung jawaban
yang diminta. Ada keluarga yang anaknya
banyak bahkan lebih dari lima, namun kehidupan dengan rizki yang apa adanya. Apakah
ini juga belum sukses ? Ya tergantung
mana yang diukur dan apa alat ukurnya. Nah kalau ini dengan keluarga yang
sudah berputra lengkap, bahkan dengan
rizki melebihi kebutuhan sehari-hari, tapi tidak pernah merasakan kenikmatan
bersama dengan putranya dan hartanya, akhirnya harus ambil jalan
sendiri-sendiri. Apakah seperti ini dapat dikatakan belum sukses ?
Di mata masyarakat punya keluarga, punya jabatan, punya
harta, punya kompetensi yang dibanggakan apakah ini dikatakan sukses. Atau
tidak punya jabatan, tidak punya kompetensi namun, keluarganya rukun, rizkinya
apa adanya yang diberikan NYA setiap harinya, dapat mensyukuri.
Tiap orang menstandarkan semuan ada pada dirinya,
dan harapanya semua dapat digengam dan dinikmatinya. Itulah sukses.!!!
[itulah pendapat sebagian besar orang]. Seseorang dapat mengatakan sukses seharusnya bila sudah mempunyai nilai pada dirinya dan bermanfaat
bagi lainnya. Punya nilai diri berarti dapat memberikan
tauladan dalam keluarga, masyarakat dan dalam karirnya. Bermanfaat yaitu dapat
memberikan sesuatu yang bermakna berbeda dalam keluarga, dilingkungan tempat
tinggal, dan dimana berkarir. Maka tiap orang akan mempunyai KOMPETENSI SUKSES
sendiri-sendiri.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar