السلام
عليكم ورحمة الله وبركاته
Khutbah 1
الْحَمْدُ
لِلَّهِ الَّذِىْ هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ
هَدَانَا اللهُ.
أَشْهَدُ
أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ
مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللَّهُمَّ
صَلِّى وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى أٰلِهِ
وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
اَمَّا
بَعْدُ,فَيَا ايُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَى اللهِ
فَقَدْفَازَ الْمُتَقُوْن.
....................................
Jamah Jumah yang di
muliakan Allah..
Marilah kita senantiasa bersyukur atas nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada
kita sekalian. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan dan suri
tauladan kita, Nabi besar Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Penting sekali kita muhasabah diri atau mengoreksi diri.
Muhasabah adalah melihat pada amalan yang telah dilakukan oleh jiwa, lalu
mengoreksi kesalahan yang dilakukan dan menggantinya dengan amalan shalih.
Kita yakin, kita semua penuh kekurangan, entah masih terus
menerus dalam bermaksiat, kurang dalam ketaatan bahkan kadang bermudah-mudahan
meninggalkan kewajiban.
Allah memerintahkan kita untuk muhasabah diri,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ
نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا
تَعْمَلُونَ (18)
وَلَا تَكُونُوا
كَالَّذِينَ نَسُوا اللَّهَ فَأَنْسَاهُمْ أَنْفُسَهُمْ أُولَئِكَ هُمُ
الْفَاسِقُونَ (19)
“Hai orang-orang yang beriman,
bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah
diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah,
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan janganlah kamu
seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa
kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” (QS.
Al-Hasyr: 18-19)
Jamaah Jumah
yang di Rahmati Allah
Inilah yang menjadi dalil agar kita
bisa mengoreksi diri (muhasabah). Jika tergelincir dalam kesalahan, maka
dikoreksi dan segera bertaubat lalu berpaling dari segala perantara yang dapat
mengantarkan pada maksiat. Kalau kita melihat ada kekurangan dalam amalan yang
wajib, maka berusaha keras untuk memenuhinya dengan sempurna dan meminta tolong
pada Allah untuk dimudahkan dalam ibadah.
Lihatlah doa yang diajarkan oleh Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam supaya dimudahkan dalam ibadah seperti dalam hadits
berikut ini.
اَللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى
ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
Artinya :
(Ya Allah, tolonglah aku dalam berdzikir,
bersyukur, dan beribadah yang baik kepada-Mu).”) HR. Abu Daud,
Jamaah jumat yang berbahagia
Adapaun manfaat muhasabah adalah
Pertama:
Meringankan hisab pada hari kiamat.
‘Umar
bin Al-Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah mengatakan, “Hisablah
diri kalian sebelum kalian dihisab, itu akan memudahkan hisab kalian kelak.
Timbanglah amal kalian sebelum ditimbang kelak. Ingatlah keadaan yang genting
pada hari kiamat,
يَوْمَئِذٍ تُعْرَضُونَ لَا تَخْفَى
مِنْكُمْ خَافِيَةٌ
“Pada
hari itu kamu dihadapkan (kepada Rabbmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang
tersembunyi (bagi Allah).” (QS. Al-Haqqah: 18).
“Mukmin itu yang rajin menghisab dirinya dan
ia mengetahui bahwa ia akan berada di hadapan Allah kelak. Sedangkan orang
munafik adalah orang yang lalai terhadap dirinya sendiri (enggan mengoreksi
diri,).
Kedua: Terus bisa berada dalam petunjuk
Sebagaimana disebutkan oleh Imam Al-Baidhawi rahimahullah dalam
tafsirnya bahwa seseorang bisa terus berada dalam petunjuk jika rajin
mengoreksi amalan-amalan yang telah ia lakukan.
Ketiga: Mengobati hati yang sakit
Karena hati yang
sakit tidaklah mungkin hilang dan sembuh melainkan dengan muhasabah diri.
Keempat: Selalu menganggap diri penuh
kekurangan dan tidak tertipu dengan amal yang telah dilakukan.
Kelima: Membuat diri
tidak takabbur (sombong)
“Andaikan
dosa itu memiliki bau, tentu tidak ada dari seorang pun yang ingin duduk
dekat-dekat denganku
Keenam:
Seseorang akan memanfaatkan waktu dengan baik
Ia
tidak pernah membiarkan waktu tanpa faedah.
Maka
siapa pun hendaklah muhasabah diri, baik orang yang bodoh maupun orang yang
berilmu karena manfaat yang besar seperti yang telah disebut di atas. Sebelum
beramal hendaklah kita bermuhasabah, begitu pula setelah kita beramal, kita
bermuhasabah pula.
Jamaah jumaah yang
dimuliyakan Allah
Bagaimana Cara Muhasabah?
Pertama:
Mengoreksi diri dalam hal wajib, apakah punya kekurangan ataukah tidak. Karena
melaksanakan kewajiban itu hal pokok dalam agama ini dibandingkan dengan
meninggalkan yang haram.
Kedua:
Mengoreksi diri dalam hal yang haram, apakah masih dilakukan ataukah tidak.
Ketiga:
Mengoreksi diri atas kelalaian yang telah dilakukan. Contoh sibuk dengan
permainan dan menonton yang sia-sia.
Keempat:
Mengoreksi diri dengan apa yang dilakukan oleh anggota badan, apa yang telah
dilakukan oleh kaki, tangan, pendengaran, penglihatan dan lisan. Cara
mengoreksinya adalah dengan menyibukkan anggota badan tadi dalam melakukan
ketaatan.
Kelima:
Mengoreksi diri dalam niat, yaitu bagaimana niat kita dalam beramal,
apakah lillah ataukah lighairillah (niat
ikhlas karena Allah ataukah tidak). Karena niat itu biasa berubah,
terombang-ambing. Karenanya hati itu disebut qalb, karena seringnya
terombang-ambing.
Demikian khutbah jumat tentang muhasabah
Mudah-mudahan kita dapat mengabil manfaatnya
بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْأۤنِ الْعَظِيْمِ
وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلَا وَتَهُ اِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.
وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.
Khutbah 2
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ
وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا،
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ
أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَقَالَ اللَّهُ
تَعَالَى :
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ
يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا
عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ
الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا
وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي
قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا
وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ
.سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ
الْعزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ, وَالْحَمْدُ
لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar