Khutbah 1
الْحَمْدُ
لِلَّهِ الَّذِىْ هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ
هَدَانَا اللهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ
لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اللَّهُمَّ
صَلِّى وَسَلِّمْ عَلَى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى أٰلِهِ
وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
اَمَّا
بَعْدُ,فَيَا ايُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَى اللهِ
فَقَدْفَازَ الْمُتَقُوْن.
....................................
Jamaah Jumat yang di rahmati ALLAH
PEMBUKAN
>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
Jamaah Jumat yang berbahagian.
Pada
kesempatan ini kita akan menyampaikan. Bagaimana Cara Istiqomah.
Ada tiga kiat
utama yang dapat diamalakan
Pertama: Mencari teman bergaul
yang saleh.
Dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu,
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَثَلُ
الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ ،
وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ
، أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ
أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً
“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih
dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan
pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa
membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi,
jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal
engkau dapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari, no. 2101)
Kedua: Rajin hadiri majelis ilmu.
Karena orang yang punya banyak dosa saja bisa
banyak terpengaruh.
Dalam hadits riwayat Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu
‘anhu disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda ketika itu para malaikat berkata,
ربِّ
فيهمْ فُلانٌ عَبْدٌ خَطَّاءٌ إنَّمَا مَرَّ ، فَجَلَسَ مَعَهُمْ . فيقُولُ : ولهُ
غَفَرْتُ ، هُمُ القَومُ لاَ يَشْقَى بِهِمْ جَلِيسُهُمْ
“Wahai Rabbku, di kalangan mereka ada seorang hamba yang banyak sekali kesalahannya. Ia hanya melewati saja majelis ilmu lalu ikut duduk bersama mereka.” Lalu Allah pun berkata, “Aku pun mengampuninya, mereka adalah satu kaum yang tidak akan sengsara orang yang duduk bersama mereka.”
Jamaah Jumat yang berbahagia
Ketiga: Memperbanyak doa kepada Allah
Allah Ta’ala berfirman,
رَبَّنَا
لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ
رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
“Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami
condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan
karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya
Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (QS. Ali Imran: 8)
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu
‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda,
اللَّهُمَّ
مُصَرِّفَ القُلُوْبِ صَرِّفْ قُلُوْبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
“ALLOHUMMA MUSHORRIFAL QULUUB
SHORRIF QULUUBANAA ‘ALA THOO’ATIK
(artinya: Ya
Allah, Sang Pembolak-balik hati, balikkanlah hati kami untuk taat kepada-Mu).” (HR.
Muslim, no. 2654)
Dalam
riwayat selengkapnya disebutkan,
إِنَّ
قُلُوبَ بَنِى آدَمَ كُلَّهَا بَيْنَ إِصْبَعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ
كَقَلْبٍ وَاحِدٍ يُصَرِّفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ
“Sesungguhnya
hati manusia seluruhnya di antara jari jemari Ar-Rahman seperti satu hati,
Allah membolak-balikkannya sekehendak-Nya.” (HR. Muslim, no. 2654)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah mengajarkan
faedah yang bagus tentang doa ini dalam Syarh Riyadh Ash-Shalihin di mana
kalimat ‘ALA THOO’ATIK mempunyai makna sangat dalam. Artinya, kita minta kepada
Allah supaya hati kita terus berada pada ketaatan dan tidak beralih kepada
maksiat.
Hati jika diminta supaya balik pada ketaatan,
berarti yang diminta adalah beralih dari satu ketaatan pada ketaatan lainnya,
yaitu
dari shalat, lalu beralih pada dzikir, lalu beralih pada sedekah, lalu beralih
pada puasa, lalu beralih pada menggali ilmu, lalu beralih pada ketaatan
lainnya. Maka sudah sepantasnya doa ini diamalkan.
Demikian khutbah
pertama ini. Dan dapat kita simpulkan cara Istiqomah
1.Mencari
teman bergaul yang sholeh
2.Rajin
menghadiri majlis ilmu
3
Banyak berdoa
Semoga Allah memberi taufik dan hidayah.
بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْأۤنِ الْعَظِيْمِ
وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلَا وَتَهُ اِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.
وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.
Khutbah 2
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ
وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا،
مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.
وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ
اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ
وَرَسُوْلُهُ.
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَقَالَ اللَّهُ
تَعَالَى :
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ
يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا
عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ
لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ
الدّعَوَاتِ.
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا
وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي
قُلُوبِنَا غِلّاً لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا
وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا
حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.
#dari berbagai sumber

Tidak ada komentar:
Posting Komentar