Pertama
adalah Kesempatan : tidak semua
orang mempunyainya, tapi banyak pula
orang yang punya banyak kesempatan. Tinggal bagaimana kita menyikapi terhadap
hal tersebuat. Bagi orang – orang yang sudah merasa hampir tua baru
menyadarinya, telah menyiakan waktu. Dulu mengapa tak kulakukan itu. Hal ini
kadang muncul dibenaknya setiap waktu luangnya. Lain halnya bagi anak-anak atau
remaja yang dapat memahami dan berpikir terhadap kesempatan. Kesempatan
tersebuat diisi dengan kegiatan yang bermanfaat. Mereka itu ibarat matahari
yang baru memancarkan sinarnya di pagi hari, hingga terbenamnya, karena waktu
telah dilaluinya. Ibarat tanaman yang masih segar hijau, yang nanti akan tumbuh
subur dan berbuah.
Kedua
yaitu Kesehatan. Ketika orang masih
muda, masih kuat fisiknya segala yang diingininya dilakoni. Sehingga
tercapailah apa yang diminta. Kadang kesehatan diabaikannya, hanya untuk memperoleh
harta. Tapi ketika sudah tua orang, mereka mengorbankan hartanya untuk
memperoleh kesehatan. Manusia baru merasa ketika umurnya sudah menuju tua atau setengah hidup
sudah dijalani. Ada beberapa hal yang mempengaruhinya tinggal bagaimana mengaturnya.
Yaitu memenejemen pikiran positif dan mengatur
makannya.
Pikiran yang baik-baik yang positif akan
mempengaruhi kondisi tubuh. Pikiran yang ditanamkan akan memepengaruhi terhadap
tindakan yang dilakunkan. Pikiran yang positif akan mempengaruhi rasa pada jiwa
sehingga aura kebaikan akan menumbuhkan kekebalan terhadap halangan tantangan
didepan mata.
Pola makan yang diatur
akan membuat tubuh lebih segar. Lain ceritanya, ketika muda segalanya dapat
dimakan. Ketika sudah tua pantangan sudah nyata. Karena tubuh sudah tidak tahan
terhadap makanan tertentu. Bahkan makan melebihi batas menjadi pemicu,
datangnya berbagai penyakit yang akan melemahkan kondisi tubuh. Terlebih lagi
ditambah dengan pikiran-pikiran negatif dan buruk akan menambah manusia cepat
tutup usia. wassalam.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar