Kamis, 13 Juli 2023

NAMA-NAMA BULAN HIJRIAH

 

Bulan Hijriah adalah bulan yang digunakan dalam kalender Islam, yang berdasarkan pada perputaran bulan mengelilingi bumi. Kalender Hijriah dimulai sejak tahun 622 Masehi, ketika Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah. Ada 12 bulan dalam kalender Hijriah, yang masing-masing memiliki nama dan arti tersendiri. Berikut adalah nama-nama bulan Hijriah dan artinya:

1. Muharram (محرم)

Muharram adalah bulan pertama dalam kalender Hijriah, dan termasuk dalam bulan-bulan suci. Nama Muharram berasal dari kata haram, yang berarti terlarang. Hal ini karena orang Arab jahiliyah mengharamkan peperangan di bulan ini. Di bulan Muharram, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal shalih, seperti puasa sunnah Asyura pada tanggal 10 Muharram, yang dapat menghapus dosa tahun lalu.

2. Shafar (صفر)

Shafar adalah bulan kedua dalam kalender Hijriah. Nama Shafar berasal dari kata shifr, yang berarti kosong atau pergi. Hal ini karena pada bulan ini, perkampungan Arab menjadi kosong dari penduduknya, karena mereka keluar untuk perang atau perjalanan¹. Ada juga yang mengatakan bahwa bulan Shafar merupakan bulan yang penuh malapetaka, tetapi ini adalah kepercayaan jahiliyah yang tidak benar.

3. Rabiul Awwal (ربيع الأول)

Rabiul Awwal adalah bulan ketiga dalam kalender Hijriah. Nama Rabiul Awwal berasal dari kata rabi, yang berarti semi atau musim bunga. Hal ini karena pada saat penamaan bulan ini, bertepatan dengan musim semi di Arab. Bulan Rabiul Awwal juga merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang dirayakan oleh sebagian umat Islam sebagai maulid.

4. Rabiul Akhir (ربيع الآخر) atau Rabiul Tsani (ربيع الثاني)

Rabiul Akhir atau Rabiul Tsani adalah bulan keempat dalam kalender Hijriah. Nama Rabiul Akhir atau Rabiul Tsani juga berasal dari kata rabi, yang berarti semi atau musim bunga. Hal ini karena pada saat penamaan bulan ini, masih bertepatan dengan musim semi di Arab. Bulan ini juga disebut sebagai masa kembalinya kaum yang merantau dari perang atau perjalanan.

5. Jumadil Awwal (جمادى الأول) atau Jumadil Ula (جمادى الأولى)

Jumadil Awwal atau Jumadil Ula adalah bulan kelima dalam kalender Hijriah. Nama Jumadil Awwal atau Jumadil Ula berasal dari kata jumad, yang berarti membeku. Hal ini karena pada saat penamaan bulan ini, jatuh pada musim dingin, di mana air membeku. Sebelum masa Islam, bulan ini dinamakan Jumadi Khomsah.

6. Jumadil Akhir (جمادى الآخر) atau Jumadil Tsani (جمادى الثانية)

Jumadil Akhir atau Jumadil Tsani adalah bulan keenam dalam kalender Hijriah. Nama Jumadil Akhir atau Jumadil Tsani juga berasal dari kata jumad, yang berarti membeku. Hal ini karena pada saat penamaan bulan ini, masih jatuh pada musim dingin. Sebelum masa Islam bulan ini dinamakan Jumadi Sittah.

7. Rajab (رجب)

Rajab adalah bulan ketujuh dalam kalender Hijriah, dan termasuk dalam bulan-bulan suci. Nama Rajab berasal dari kata rajaba, yang berarti menghormati atau mengagungkan. Hal ini karena pada bulan ini, orang Arab jahiliyah melepaskan tombak dari besi tajamnya untuk menahan diri dari peperangan. Bulan Rajab juga disebut sebagai bulan istighfar, di mana umat Islam dianjurkan untuk memohon ampun kepada Allah SWT.

8. Sya’ban (شعبان)

Sya’ban adalah bulan kedelapan dalam kalender Hijriah. Nama Sya’ban berasal dari kata sha’ba, yang berarti bercabang atau berpencar. Hal ini karena pada bulan ini, orang Arab jahiliyah berpencar ke berbagai tempat untuk mencari air. Bulan Sya’ban juga merupakan bulan persiapan untuk menyambut bulan Ramadhan. Di bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah, terutama pada tanggal 15 Sya’ban yang disebut sebagai Nisfu Sya’ban.

9. Ramadhan (رمضان)

Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriah, dan merupakan bulan yang paling mulia dan penuh berkah. Nama Ramadhan berasal dari kata ramdha, yang berarti panas yang menyengat atau membakar. Hal ini karena pada saat penamaan bulan ini, matahari di Arab sangat panas dan menyengat. Bulan Ramadhan adalah bulan puasa bagi umat Islam, di mana mereka wajib menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Di bulan ini juga terdapat malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan.

10. Syawwal (شوال)

Syawwal adalah bulan kesepuluh dalam kalender Hijriah. Nama Syawwal berasal dari kata shala, yang berarti mengangkat atau meninggalkan. Hal ini karena pada bulan ini, unta betina kekurangan air susu. Bulan Syawwal adalah bulan kemenangan bagi umat Islam setelah menyelesaikan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Di bulan ini juga terdapat hari raya Idul Fitri, yaitu hari yang penuh suka cita dan saling memaafkan.

11. Dzulqo’dah (ذو القعدة)

Dzulqo’dah adalah bulan kesebelas dalam kalender Hijriah, dan termasuk dalam bulan-bulan suci. Nama Dzulqo’dah berasal dari kata qa’ada, yang berarti duduk atau tidak berangkat. Hal ini karena pada bulan ini, orang Arab jahiliyah duduk dan tidak berangkat untuk perang, karena bulan ini termasuk bulan haram yang tidak boleh perang. Bulan Dzulqo’dah juga merupakan bulan istirahat bagi umat Islam sebelum melaksanakan ibadah haji di bulan berikutnya.

12. Dzulhijjah (ذو الحجة)

Dzulhijjah adalah bulan kedua belas dan terakhir dalam kalender Hijriah, dan merupakan bulan yang paling agung dan penuh kebaikan. Nama Dzulhijjah berasal dari kata hajj, yang berarti haji atau berkunjung. Hal ini karena pada bulan ini, umat Islam dari seluruh dunia berkumpul di tanah suci Mekkah untuk melaksanakan ibadah haji. Bulan Dzulhijjah juga merupakan bulan pengorbanan bagi umat Islam, di mana mereka melaksanakan ibadah qurban pada tanggal 10 Dzulhijjah, yang disebut sebagai hari raya Idul Adha.

Demikianlah nama-nama bulan Hijriah dan artinya. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan kita tentang kalender Islam. Aamiin.

Sumber : https://an-nur.ac.id/nama-nama-bulan-hijriah-dan-artinya/#

Tidak ada komentar:

Posting Komentar