Jumat, 01 Februari 2013

Perkembangan Islam di Dunia


1.   Penyebab  Kemajuan peradaban islam
a.  Khalifah menaruh perhatian yang serius dalam pendidikan dan ilmu pengetahuan. Hal ini terlihat Khalifah Harun Ar Rosyid, pada masa Dinasti Abasiyah, mendirikan pendidikan formal  yaitu Darul Hikmah. Juga dilakukan penterjemahan buku-buku asing kedalam bahasa arab yang dibiayai pemerintah. Kemudian muncullah ilmu kedokteran, ilmu perbintangan atau astronomi, ilmu pasti (riyadhiyat) dan ilmu farmasi / kimia.
b. Munculnya gerakan pembaharuan dalam islam, yang dipelopori tokoh-tokoh islam,  dimana pokok-pokok pemikiranya, telah memberikan kontribusi pada umat islam di dunia.
c.  Munculnya tiga kerajaan besar yaitu kerajaan Utsmani di Turki, kerajaan Syafawi di Persia dan Kerajaan Mughal di India.

2.    Ilmuwan- ilmuwan Islam pada masa Daulah Abbasiyah
a.   Ibnu Sina, ahli ilmu kedokteran sebagai bapaknya para dokter. Bukunya yg terkenal Al Qonun Fit-Thib.
b.   Abu  Mansyur Al Falaki, ahli perbintangan. Bukunya yang terkenal Isbatul Ulum dan Haiatul-Falaq.
c.   Tsabit Bin Qurrah Al Hirrari, ahli ilmu pasti ( riyadhiyat) bukunya yang terkenal  Hisabul-Ahliyah.
d.   Ibnu Baithar, ahli kimia. Bukunya yang terkenal al mughni (tentang obat-obatan)
e.   Juga muncul ahli-ahli agama seperti :
a)   Ahli Tafsir Bil Matsur (penafsiran al quran dengan hadits-hadits Nabi)
b)   Ahli Tafsir Bil Rayi (penafsiran al quran dengan akal)
Tokohnya : Ibnu Jarir At Thobari, Muhammad bin Ishak, dan Abu Yunus Andussalam
c)   Ilmu Hadits
Tokohnya : Imam Bukhori, Imam Muslim, Ibnu Majah, Abu dawud dan Nasai
d)   Ilmu kalam
Tokohnya : Wasil Bin Atha, Abu Hasan Al Asyari  dan Al Maturidi
e)   Ilmu Tasawuf
Tokohnya : Iman Ghozali

3.     Tokoh-tokoh pembaharu yang telah memberikan kontribusi bagi umat
a.   Jamaludin Al Afghani lahir di Afganistan 1819 M, hidup di Turki sampai meninggal, menyerukan ijtihad agar umat islam mampu menjawab tantangan zaman dan solidaritas negara-negara muslim untuk bersatu.
b.   Muhammad Abduh lahir di Mesir 1849 M, merupakan murid Jamaludin Al Afgani. Keduanya mendirikan majalah  Al Urwatul Wutsqa (berpusat di Paris, saat keduanya diuang ke sana) yang menyebar ke Mesir. Gagasan  beliau yang terkenal  Al Islmau Mahjubun Bil Muslimin (ajaran islam tertutup oleh umat islam itu sendiri). Gagasanya juga di muat di majalah Al manar  yang kemudian di jadikan nama tafsir karyanya.
c.   Muhammad Rasyid Ridla lahir di Libanon 1865 M, merupakan murid Muhammad Abduh. Gagasannya memadukan pemikiran Jamaludin dan Abduh. Menurutnya ajaran sufi memperlemah agama islam, karena menanamkan rasa pesimis dan menyerah pada keadaan tanpa ihktiar. Pada hal yang benar islam adalah agama yang penuh dinamika, optimis dan mendorong umatnya untuk berkarya.
d.   Toha Husain merupakan seorang sejarawan dan filosof. Mendukung adanya modernisasi, ilmu pengetahuan sangat penting dan menempati perwujudan yang tinggi. Akan tetapi pandangannya  dianggap  sekuler,  karena terlalu mengunggulkan ilmu pengetahuan.
e.   Yusuf Qordawi lahir di Mesir 1926 M, pendapatnya islam akan maju bila dapat menguasai IPTEK, yang berpedoman pada keimanan didasrkan Al Quran dan Sunnah.
f.    Sayyid Qutub merupakan tokoh revolusioner berasal dari Mesir. Pandanganya secara umum dunia islam relatif terbuka untuk menerima ilmu pengetahuam dan teknologi sejauh memperhitungkan manfaat praktisnya.
g.   Sir Sayid Ahmad Khan lahir di Delhi India 1871 M, antara beliau dan Muhammad Abduh mempunyai kesamaan pendapat, yaitu menghargai fungsi dan membuka kesempatan berijtihad dan menentang taqlid. Seperti Jamaludin Al Afgani, dia menyerukan kaum muslimin untuk meraih pengetahuan modern, menggali ilmu pengetahuan berdasarkan ilmu pengetahuan.
h.   Sayyid Amir Ali lahir di Kalkuta India 1849 M. Pendapatnya kemudnuran umat islam bukan karena ajaran agamanya, tetapi karena umatnya yang tidak mau meyakini kebebasan dan kebenaran akal.
i.    Sir Muhammad Iqbal lahir di Sialkot (Punjab) 1876 M, cita-citanya mendirikan negara bagi umat islam di India dan akhirnya terwujud menjadi negara Pakistan ( merdeka 1948 M). Pemikirannya yaitu islam sebagai agama yang dinamis yang mendorong umatnya untuk berkembang, umat islam juga harus maju dalam bidang agama dan dunia, dengan membangun pribadinya dan menunjukan jati dirinya sebagai khalifah Allah di muka bumi. Tahun 1930 M beliau menulis buku  The Reconstruction Of Religius Thought In Islam (pembangunan kembali pemikiran keagamaan dalam islam)
j.    Muhammad Ali Jinah lahir di Karachi (Pakistan) 1876 M. Mendapat gelar Qaid Azam karena berhasil menciptakan negara pakistan yang modern dan berdasrkan islam.

4.     Kemajuan pada tiga kerajan besar islam.
Kemajuan pada tiga kerajan besar islam yaitu kerajaan Utsmani di Turki, kerajaan Syafawi di Persia dan kerajaan Mughol di India.  Kerajaan Utsmani wilayahnya meliputi : Asia kecil, Armenia, Irak, Suriah, Hijaz. Yaman di Asia. Untuk wilayah Afrika meliputi : Mesir, Libia, Tunis, Aljazair. Di Eropa meliputi Bulgaria, Yunani, Yugoslavia, Albania, Hongaria dan Rumania. Perkembangan dalam bidang agama yaitu masyarakat digolongkan berdasar agama, dikarenakan kerajaan banyak terikat dengan syariat. Ulama mempunyai  tempat terhormat dan  berperan besar dalam jabatan mufti, yang  berperan memberi fatwa. Tarekat  mengalami perkembangan pesat  (tarekat Bektsay dan tarekat Maulawi)
Wilayah kerajaan  Syafawi  meliputi  Persia. Sebelah barat berbatasan dengan kerajaan Utsmani dan sebelah timur berbatasan dengan kerajaan mongol. Kemajuan yang diperoleh dalam bidang ekonomi ditandai ketika Kepulauan Harmuz menyatakan islam, jalur dagang antara timur dan barat menjadi milik kekuasaan  kerajaan Syafawi. Pada bidang  pertanian mengalami kemajuan terutama di daerah bulan sabit subur (frontile crescent), sektor perdagangan menjadi ramai dan padat.
Wilayah kerajaan Mughol  meliputi seluruh India. Kemajuan yang diperolehnya adalah kemantapan stabilitas politik dan ekonomi.  Kerajaan Mughal termasuk sukses dalam bidang arsitektur. Taj mahal di Agra merupakan puncak karya arsitektur pada masanya, diikuti oleh Istana Fatpur Sikri peninggalan Akbar dan Mesjid Raya Delhi di Lahore. Di kota Delhi Lama (Old Delhi), lokasi bekas pusat Kerajaan Mughal, terdapat menara Qutub Minar (1199), Masjid Jami Quwwatul Islam (1197), makam Iltutmish (1235), benteng Alai Darwaza (1305), Masjid Khirki (1375), makam Nashirudin Humayun, raja Mughal ke-2 (1530-1555). Di kota Hyderabad, terdapat empat menara benteng Char Minar (1591). Di kota Jaunpur, berdiri tegak Masjid Jami Atala (1405). Taman-taman kreasi Moghul menonjolkan gaya campuran yang harmonis antara Asia Tengah, Persia, Timur Tengah, dan lokal. Dibidang politik Sultan Akbar mengrahkan apa yang dinamakan politik sulakhul (toleransi universal). Dengan politik ini semua rakyat India dipandang sama. Mereka tidak dibedakan karena perbedaan etnis dan agama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar